Sukapura (WartaBromo.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Kaldera Bromo, Jawa Timur, akhirnya berhasil dipadamkan. Setelah hampir dua pekan ditangani, tidak lagi ditemukan titik api hingga Jumat (14/8/2026).
Meski demikian, penanganan belum sepenuhnya berakhir. Tim gabungan masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik panas yang berpotensi kembali menjadi titik api.
Kebakaran dinyatakan padam pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Sejak saat itu, petugas mengalihkan fokus dari pemadaman menuju pendinginan dan pemantauan.
Dansektor Penanganan Karhutla Bromo, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, mengatakan pemantauan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
“Sejauh pemantauan sampai pagi ini belum ditemukan titik api. Namun, beberapa lokasi yang terindikasi memiliki panas tetap kami awasi untuk mengantisipasi munculnya api kembali,” kata Wahyu, Jumat (14/8/2026).
Dari hasil pemantauan, terdapat sekitar delapan titik panas yang menjadi perhatian. Dua titik berada di kawasan Seruni Point, Kabupaten Probolinggo, sedangkan enam titik lainnya berada di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Pemantauan dilakukan melalui darat maupun udara. Pesawat Cassa dan helikopter BNPB digunakan untuk mengamati kondisi kawasan terdampak, terutama lokasi yang sulit dijangkau petugas.
Di darat, ratusan personel gabungan masih disiagakan untuk melakukan patroli dan memastikan tidak ada bara yang kembali membesar.
Selain penanganan teknis, petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Dengan api yang telah padam, pemerintah mulai mempertimbangkan pembukaan kembali kawasan wisata Bromo. Namun, keputusan tersebut masih menunggu hasil pemantauan dan rekomendasi dari tim penanganan karhutla.
Danrem 083/Baladhika Jaya itu, mengatakan rekomendasi pembukaan kawasan akan diberikan setelah kondisi dinyatakan benar-benar aman.
“Dalam waktu dekat kami akan memberikan rekomendasi kepada TNBTS untuk pembukaan kawasan wisata setelah dipastikan aman dan tidak ada lagi titik api,” ujarnya.
Kawasan wisata Bromo sebelumnya ditutup total setelah kebakaran meluas ke sejumlah wilayah di sekitar kaldera. Penutupan dilakukan untuk memberikan ruang kepada petugas melakukan pemadaman sekaligus melindungi wisatawan dari ancaman kebakaran.
Berdasarkan pendataan sementara, luas vegetasi yang terdampak karhutla mencapai sekitar 1.120,3 hektare.
Kebakaran yang bermula dari kawasan Blok Bantengan di Kabupaten Lumajang itu kemudian merambat ke sejumlah wilayah di sekitar Kaldera Bromo. Area terdampak mencakup beberapa punggungan bukit, mulai sisi selatan-timur hingga kawasan barat-utara, termasuk blok Dingklik hingga Seruni Point.
Penanganan berlangsung hampir dua pekan dengan melibatkan sekitar 1.500 personel. Mereka berasal dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Nganjuk, Jombang, BPBD Jawa Timur, Balai Besar TNBTS, serta masyarakat dan relawan.
Operasi pemadaman juga diperkuat peralatan udara dan darat. Sedikitnya empat helikopter water bombing, tiga drone spray, serta tujuh unit tangki pemadam dikerahkan untuk menjangkau titik-titik kebakaran.
Kini, setelah kobaran api berhasil dipadamkan, tantangan berikutnya adalah memastikan bara dan titik panas tidak kembali berkembang menjadi kebakaran baru. (lai/saw)





















