Probolinggo (WartaBromo.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo akhirnya padam. Hingga Rabu (12/8/2026), tidak lagi ditemukan titik api di kawasan Puncak P30 maupun Pudak Lembu-Pajaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, R Oemar Sjarif, mengatakan keberhasilan pemadaman tersebut menjadi perkembangan positif setelah petugas berjibaku selama beberapa hari menghadapi kebakaran yang meluas di kawasan Bromo.
“Terinfo saat ini P30, alhamdulillah, tidak terlihat titik api. Api di Pudak Lembu-Pajaran juga sudah padam,” ujar Oemar, Rabu.
Meski demikian, penanganan karhutla di kawasan TNBTS belum sepenuhnya selesai. Api masih dilaporkan menyala di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Karena itu, personel gabungan dari Probolinggo dan sejumlah daerah kini diarahkan untuk memperkuat pemadaman di wilayah tersebut.
Oemar mengatakan BPBD Kabupaten Probolinggo telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mendukung operasi penanganan kebakaran. Bantuan juga datang dari sejumlah daerah di Jawa Timur.
Sedikitnya 11 unit kendaraan pemadam kebakaran, tiga kendaraan tangki air, kendaraan operasional, serta personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut.
Armada pemadam berasal dari sejumlah daerah, antara lain Surabaya, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Mojokerto, Nganjuk, Jombang hingga Batu.
“Semua potensi dari BPBD sudah diturunkan. Ada dukungan kendaraan damkar, tangki air, kendaraan operasional dan personel. Kami berharap penanganan Bromo hari ini bisa lebih maksimal sehingga api segera padam,” kata Oemar.
Menurut dia, setelah titik api di wilayah Probolinggo berhasil dikendalikan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD gabungan kini memusatkan perhatian pada kawasan yang masih terbakar di Pasuruan.
“TRC BPBD gabungan hari ini fokus ke Pasuruan,” ujarnya.
Pergeseran personel dan armada dilakukan untuk mencegah api kembali meluas. Petugas juga tetap melakukan pemantauan terhadap kawasan yang sebelumnya terbakar guna mengantisipasi munculnya bara atau titik api baru.
Dengan padamnya P30 serta Pudak Lembu-Pajaran, penanganan di sisi Probolinggo memasuki tahap pemantauan dan pendinginan. Sementara upaya pemadaman aktif kini diprioritaskan pada wilayah TNBTS yang masih terdapat api, terutama di Kabupaten Pasuruan. (lai/saw)





















