Kasus Mayat Dalam Sumur : Kenal Lewat Aplikasi Kencan, Pelaku Janjikan Kenalkan Korban pada Orang Tua

25

Probolinggo (WartaBromo.com) – Misteri tewasnya Siti Munawaroh di tangan dua pria asal Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, terkuak sudah.

Dua pelaku, RF alias Rofiq (26) dan HM alias Humaidi (19), melakukan aksi kejinya secara terencana. Hal itu terungkap berdasarkan hasil penyelidikan polisi, usai menangkap keduanya.

Kapolres Probolinggo, AKBP Wahyudin Latif, mengungkapkan, penyelidikan menunjukkan korban lebih dahulu berkenalan dengan tersangka utama, Rofiq, melalui aplikasi kencan OMI. Keduanya kemudian sepakat bertemu pada Sabtu (30/5/2026) malam di kawasan Jalan Cokroaminoto, Kota Probolinggo.

“Kenal dengan korban melalui aplikasi kencan OMI, lalu berlanjut janji ketemu di Kota Probolinggo. Korban kemudian diajak dengan dalih akan dikenalkan kepada orang tua tersangka,” sebutnya saat memaparkan hasil penyidikan, Sabtu sore (4/7/2026).

Dalam pertemuan itu, korban datang menggunakan sepeda motor miliknya. Polisi menyebut Rofiq membonceng korban menggunakan kendaraan tersebut, sementara seorang tersangka lain, Humaidi, mengikuti dari belakang dengan sepeda motor berbeda. Mereka kemudian bergerak menuju kawasan Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan.

Ketika perjalanan menuju Desa Alaskandang, pelaku Rofiq berhenti di sekitar lokasi kejadian untuk kencing. Disitulah korban dicekik dengan tali kapal yang sudah dipersiapkan pelaku.

Jenazah kemudian disembunyikan sementara di kebun pisang sebelum dipindahkan ke sumur irigasi pada malam harinya.

Menurut Latif, penyidik juga menemukan fakta lain yang memperberat perkara tersebut.

“Setelah korban meninggal dunia, kedua tersangka diduga melakukan persetubuhan terhadap jenazah korban sebelum akhirnya membuangnya ke dalam sumur,” ujarnya.

Lalu kedua pelaku membawa motor korban, mempretelinya dan membuang ke sekitar Sungai Pancar Glagas, Desa Randumerak, Kecamatan Paiton.

“Hasil pemeriksaan lebih lanjut, kedua pelaku sejak awal sudah mengincar harta korban. Namun sudah terlanjur membunuh, ternyata hartanya tidak sesuai ekspektasi pelaku,” jelas kapolres.

Dari para pelaku, polisi amankan sejumlah barang bukti. Mulai dari pakaian korban, motor korban, motor pelaku dan cincin korban.

Pelaku juga bilang sebagian baju korban juga ada yang dibakar, termasuk ponsel. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.