Blokade Pantura Grati Belum Dibuka, Sopir Truk Terjebak Empat Jam di Tengah Antrean

36

Pasuruan (WartaBromo.com) – Aksi blokade Jalur Pantura di perbatasan Kecamatan Grati dan Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Kamis (23/7/2026), tak hanya menjadi bentuk protes warga atas rentetan insiden peluru nyasar. Penutupan jalan yang berlangsung sejak sekitar pukul 10.30 WIB juga membuat ratusan kendaraan terjebak berjam-jam di kedua arah.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Tobing, sopir truk asal Probolinggo. Ia mengaku sudah lebih dari empat jam tidak bisa melanjutkan perjalanan karena akses menuju Probolinggo lumpuh total akibat blokade warga.

Saat ditemui di kawasan Sumberanyar, Tobing tampak hanya bisa menunggu di balik kemudi truknya. Muatan telah selesai diantarkan ke Probolinggo dan ia hendak kembali ke Gempol. Namun, perjalanan pulang terhenti di tengah jalan.

“Saya sudah berhenti dari jam setengah sebelas. Mau balik ke Probolinggo nggak bisa karena jalannya ditutup. Sudah empat jam lebih terjebak di sini,” ujarnya.

Menurut Tobing, antrean kendaraan terus mengular dan belum ada kepastian kapan jalur akan kembali dibuka. Ia berharap ada solusi secepatnya agar arus lalu lintas kembali normal.

“Semoga segera dibuka. Kami juga kasihan, sudah lama menunggu dan tidak bisa lewat,” katanya.

Blokade dilakukan ratusan warga dari sekitar 10 desa yang menutup Jalan Raya Grati, tepat di depan gapura “Selamat Datang di Kecamatan Grati”. Sebuah truk diparkir melintang di badan jalan, sementara warga memenuhi ruas Pantura sebagai bentuk protes.

Aksi ini dipicu rentetan insiden peluru nyasar yang diduga berkaitan dengan aktivitas latihan di kawasan Grati. Setelah tiga peluru dilaporkan mengenai permukiman warga di Desa Alastlogo sehari sebelumnya, warga mengklaim insiden serupa kembali terjadi pada Kamis pagi.

Muklis, warga Desa Wates yang ikut dalam aksi, mengatakan demonstrasi merupakan bentuk penolakan terhadap dampak latihan yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

“Demo ini merupakan aksi penolakan warga terkait dampak latihan yang pelurunya mengenai rumah-rumah warga. Trauma masyarakat sudah sangat mendalam,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, aksi blokade masih berlangsung. Arus kendaraan dari arah Surabaya menuju Probolinggo maupun sebaliknya masih lumpuh total.

Ratusan kendaraan, mulai truk logistik, bus, hingga mobil pribadi dan sepeda motor, terpaksa mengantre panjang menunggu jalur kembali dibuka, sementara warga tetap bertahan menyampaikan tuntutannya agar ada langkah nyata untuk menghentikan insiden peluru nyasar yang mereka nilai mengancam keselamatan masyarakat. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.