Soal Insiden Peluru Nyasar di Desa Alastlogo, Organisasi Mahasiswa Minta Puslatpur Dievaluasi

9

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kejadian peluru nyasar yang dalam beberapa hari terahir ini terjadi di Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan tidak hanya membuat warga setempat geram, tetapi kejadian itu juga mendapatkan kecaman dari organisasi mahasiswa.

Kejadian peluru nyasar yang diduga datang dari Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AL itu memang bukan yang pertamakalinya terjadi, pada bulan Juli ini saja diketahui sudah ada tiga kejadian peluru nyasar di wilayah tersebut yang mengenai rumah hingga kandang ternak warga.

Merespon kejadian tersebut, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pasuruan Raya turut memberikan kecaman keras atas kejadian berulang insiden peluru nyasar yang mengancam keselamatan warga setempat.

Organisasi mahasiswa tersebut menilai peristiwa yang berulang itu menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan agar keselamatan masyarakat sipil tidak lagi terancam.

Ketua PC PMII Pasuruan Raya, Ach Zulpan Abida, menyatakan temuan kembali tiga peluru nyasar yang menembus rumah warga menjadi bukti bahwa persoalan tersebut tidak dapat dianggap sebagai kejadian biasa.

“Temuan kembali tiga peluru nyasar yang menembus rumah warga menunjukkan bahwa keselamatan masyarakat sipil harus menjadi perhatian utama. Tidak boleh ada warga yang hidup dalam ketakutan di tanah kelahirannya sendiri,” ujarnya Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, rasa aman merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dijamin oleh negara. Karena itu, keselamatan masyarakat tidak boleh dipertaruhkan akibat kelalaian maupun lemahnya sistem pengamanan.

Atas dasar itu, PC PMII Pasuruan Raya menyampaikan empat tuntutan. Pertama, meminta penghentian sementara seluruh aktivitas yang berpotensi membahayakan masyarakat hingga dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Kedua, mendesak dilakukannya investigasi yang transparan dan akuntabel atas kembali terjadinya insiden peluru nyasar di Desa Alastlogo.

Ketiga, organisasi tersebut meminta adanya evaluasi total terhadap sistem pengamanan dan pelaksanaan latihan agar tidak lagi mengancam keselamatan warga sipil. Keempat, PMII mendesak Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk hadir memberikan jaminan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak.

Ach Zulpan Abida menegaskan pihaknya menolak anggapan bahwa insiden peluru nyasar merupakan peristiwa yang dapat dimaklumi karena telah berulang kali terjadi.

“Peluru yang hari ini menembus genteng rumah warga dapat saja esok hari merenggut nyawa manusia. Rakyat bukan sasaran latihan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas yang tidak dapat ditawar,” tegasnya. (fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.