Seruni Point dan Jembatan Kaca Jadi Alternatif Menikmati Bromo Saat Karhutla

9

Probolinggo (WartaBromo.com) – Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo dari empat pintu masuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak serta-merta membuat seluruh destinasi wisata di sekitar Bromo, Kabupaten Probolinggo, ikut ditutup.

Sejumlah destinasi yang berada di luar kawasan terdampak, seperti Seruni Point dan Jembatan Kaca Bromo, masih dinyatakan aman untuk dikunjungi wisatawan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan, kondisi sejumlah destinasi wisata di wilayahnya masih dalam pemantauan.

Berdasarkan pengecekan sementara, aktivitas wisata di Seruni Point dan Jembatan Kaca Bromo di Desa Ngadisari , Kecamatan Sukapura masih memungkinkan dilakukan.

“Untuk Seruni Point dan Jembatan Kaca Bromo sampai saat ini masih aman. Namun, kami tetap memantau perkembangan kebakaran karena situasinya dapat berubah sewaktu-waktu,” ujar Heri, Senin (10/8/2026).

Heri menjelaskan, kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak berada tepat di lokasi kedua destinasi tersebut.

Karena itu, penutupan seluruh akses masuk kawasan TNBTS sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB lebih ditujukan untuk mendukung proses pemadaman dan menjaga keselamatan pengunjung di kawasan yang terdampak kebakaran.

“Penutupan kawasan TNBTS dilakukan untuk keselamatan dan efektivitas penanganan kebakaran. Sementara destinasi yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo dan masih aman tetap kami pantau,” katanya.

Dengan ditutupnya kawasan wisata Gunung Bromo, Seruni Point dan Jembatan Kaca Bromo menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang tetap ingin menikmati panorama pegunungan dari wilayah Probolinggo.

Dari sejumlah titik tersebut, wisatawan masih dapat menikmati bentang alam kawasan Bromo dari jarak yang relatif aman tanpa memasuki area yang sedang menjadi lokasi operasi pemadaman.

Meski demikian, pemerintah daerah meminta wisatawan tidak mengabaikan perkembangan situasi di lapangan. Sebab, arah angin dan pergerakan api dapat berubah sehingga kondisi keamanan destinasi harus terus dievaluasi.

Heri mengatakan, pemerintah tidak akan ragu membatasi bahkan menutup destinasi wisata apabila perkembangan karhutla mulai mengancam keselamatan pengunjung.

“Kalau nanti kondisi berubah dan ada indikasi kebakaran mengarah atau berdampak terhadap objek wisata, tentu pembatasan akan dilakukan. Keselamatan wisatawan menjadi pertimbangan utama,” ujarnya.

Disporapar Kabupaten Probolinggo bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan karhutla di kawasan Bromo.

Pemantauan mencakup arah pergerakan api, kepulan asap, kondisi angin, hingga potensi dampaknya terhadap objek wisata di sekitar kawasan.

Heri meminta wisatawan yang hendak berkunjung tetap mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak memaksakan diri mendekati kawasan yang sedang ditutup.

“Kami mengimbau wisatawan mengikuti perkembangan informasi resmi. Jangan mendekati kawasan yang ditutup karena penutupan dilakukan untuk keselamatan bersama,” katanya.

Sementara itu, kebakaran di kawasan TNBTS masih dalam penanganan tim gabungan. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke kawasan lain.

Dengan kondisi tersebut, status keamanan Seruni Point dan Jembatan Kaca Bromo akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan karhutla di kawasan Bromo. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.