Pandaan (WartaBromo.com) – Kondisi Pasar Pandaan yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan mendapatkan keluhan dari sejumlah pengunjung dan penjual karena kondisinya yang dinilai tidak tertata, kotor, kumuh. Kondisi tersebut sekaligus menjadi penyebab pasar sepi dari pengunjung yang akan berbelanja.
Salah satu keluhan seperti itu disampaikan Noer Jannah warga Kecamatan Pandaan. Ia mengaku akhir-akhir ini dirinya enggan untuk datang berbelanja di Pasar Pandaan dan lebih memilih berbelanja ditukang sayur keliling.
“Sebagai pembeli, ada beberapa hal yang buat males ke Pasar Pandaan. Pertama tata kelola pasar kayak amburadul, kedua kotor, ketiga harganya kok bisa lebih mahal dari tukang sayur keliling yang biasa bawa pickup ke kampung-kampung?,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Ratna, menurutnya kondisi Pasar Pandaan saat ini memang memerlukan penataan ulang. Kondisi pasar yang kotor dan sering berbau tidak sedap membuat dirinya malas untuk berbelanja, kondisi tersebut diperparah saat musim hujan tiba.
“Kayaknya memang sudah waktunya untuk dilakukan penataan ulang,” ungkapnya.
Dewi, salah satu penjual sayur di dalam Pasar Pandaan dan sudah sekitar delapan tahun berjualan mengaku ahir-ahir ini kiosnya memang cendrung sepi dari pembeli dan sering membuang sayur karena tidak laku dan membusuk.
Hal serupa juga disampaikan Vida yang omsetnya jualannya mengalami penurunan cukup drastis dari sebelumnya.
“Lebih dari separuh omset menurun, yang biasa sehari bisa sekitar Rp2 juta, sekrang dapet Rp1 juta saja sudah bagus,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa selama delapan tahun dirinya berjualan di Pasar Pandaan, belum ada perbaikan dan penataan pasar, perbaikan cuma pernah dilakukan terhadap sejumlah kios yang mengalami kebakaran beberapa waktu lalu.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghony menyampaikan bahwa untuk tahun ini Pasar Pandaan masih belum mendapatkan anggaran perbaikan dan pemiliharaan pasar.
“Untuk Pasar Pandaan pada tahun ini masih belum mendapatkan anggaran, dikarenakan keterbatasan anggaran atau efediensi anggaran, semoga ditahun depan ada anggaran untuk pemeliharaan di pasar pandaan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tahun ini Pemkab Pasuruan telah menganggarkan Rp3,3 miliar untuk pemeliharaan fisik terhadap sembilan pasar daerah, seperti Pasar Warungdowo, Sukorejo, Purwosari, Ngempit, Prigen, Nguling, Wonorejo, Grati dan Pasrepan. (Fir)




















