244 Pecatur Junior Adu Strategi di Kejuaraan Catur Pasuruan

10

Pasuruan (WartaBromo.com) – Jangan bayangkan anak-anak ini sedang bermain catur santai. Di atas papan berukuran kecil, mereka justru tengah terlibat pertarungan serius. Setiap bidak yang digerakkan harus dipikirkan matang-matang.

Suasana itulah yang terlihat di Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Sabtu (26/9/2026). Ratusan bocah dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti perlombaan catur.

Tatapan mereka fokus pada papan catur. Ada yang tampak berpikir lama sebelum menggerakkan bidaknya. Ada pula yang bergerak cepat, seolah sudah membaca langkah lawan berikutnya.

Tak hanya adu taktik, para peserta juga berpacu dengan waktu. Setiap pemain harus menyusun strategi sekaligus mengambil keputusan cepat sebelum waktu yang disiapkan juri habis.

Pada hari pertama, kategori junior diikuti 244 peserta. Mereka berasal dari berbagai daerah, mulai Tulungagung, Malang, Surabaya hingga sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Pesertanya bahkan datang dari luar Jawa Timur. Ada yang berasal dari Kalimantan, Jawa Tengah dan berbagai daerah lainnya.

Zafran, salah satu peserta asal Malang, mengaku senang bisa mengikuti pertandingan tersebut. Ia sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan catur di berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Tulungagung, Surabaya dan Malang.

“Iya sudah sering ikut di beberapa daerah. Harapannya jadi atlet internasional,” ungkap Zafran.

Menurutnya, bermain catur membutuhkan fokus dan persiapan. Latihan menjadi bekal penting sebelum menghadapi lawan di meja pertandingan.

“Intinya menyiapkan strategi, berlatih. Dan fokus saat sudah mulai,” ujarnya.

Tak kalah menarik, sejumlah peserta juga sudah memiliki pengalaman bertanding di level lebih tinggi.

Salah satunya As Thirof (15), siswa SMA Negeri 1 Kota Kediri. Ia pernah mengikuti ajang internasional EAYCC 2026 (Eastern Asia Youth Chess Championships) atau Kejuaraan Catur Remaja Asia Timur. Di tingkat nasional, ia juga tercatat dua kali meraih medali emas Kejurnas.

Kecintaannya terhadap catur sudah tumbuh sejak berusia enam tahun, saat masih duduk di kelas 1.

“Sebenarnya dari TK, sampai sekarang, ikut ajang-ajang nasional hingga internasional,” pungkasnya.

Pertandingan ini juga melibatkan juri berpengalaman hingga level internasional. Mereka memastikan pertandingan berjalan sesuai aturan sekaligus mengawasi setiap jalannya permainan.

Panitia pelaksana, Hendrik Sulfianto, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi salah satu wadah untuk mencari bibit atlet catur, khususnya dari kalangan usia muda.

“Ajang ini sangat bagus untuk mencari bibit atlet di Kabupaten Pasuruan. Kami senang, harapannya ada atlet baru yang muncul, khususnya di usia muda,” ujarnya.

Kejuaraan catur ini memperebutkan total hadiah Rp85 juta dengan total keseluruhan peserta yakni 700 lebih. Perlombaan berlangsung hingga Minggu (27/9/2026), dengan kategori peserta mulai tingkat SD, SMP, SMA, dewasa hingga veteran. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.