Wonomerto (WartaBromo.com) – Nyawa seorang perangkat desa di Probolinggo, Jawa Timur, nyaris hilang usai menagih hutang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan perangkat Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, berinisial SUP, 48 tahun.
Siang itu, korban berniat menagih hutang pada warga Desa Tunggak Cerme, berinisial RI, 50 tahun.
Hutang yang ditagih adalah uang senilai tiga juta rupiah, yang dipinjam sejak setahun lalu.
Bukannya membayar, RI malah naik pitam dan cekcok dengan korban. Bahkan, RI juga sempat menodong korban dengan pisau.
Cekcok itu terdengar terduga pelaku berinisial KUS, 39 tahun, yang tak lain adalah anak dari RI. Saat itu, pelaku baru pulang kerja.
Merasa terancam, korban akhirnya memutuskan pulang. Namun siapa sangka, ketika dalam perjalanan, pelaku KUS yang tak terima korban tengkar dengan ayahnya, menyusul dan membawa senjata tajam celurit.
Korban dibacok di samping lapangan voli Desa Tunggak Cerme. Korban pun bersimbah darah dan tergeletak di pinggir jalan.
“Banyak darahnya, di leher belakang, sama di siku. Tidak sampai putus, malah yg mengkhawatirkan itu di belakang leher,” jelas Kades Jrebeng, Ruslan, Rabu (12/8/2026).
Sementara pelaku langsung dikejar oleh warga dan diamankan.
Massa sebetulnya akan menghajar pelaku. Beruntung, anggota Polsek Wonomerto segera datang dan membawa pelaku.
Sementara korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis.
Korban menderita luka bacok di leher belakang, siku, dan punggung. Kini sedang dalam perawatan medis intensif, lantaran luka di bagian kepala belakang.
Sedangkan pelaku sudah diamankan ke Polsek Wonomerto, guna menjalani pemeriksaan intensif.
Terpisah, Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah benarkan peristiwa itu.
“Satu pelaku sudah kami amankan, masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” singkatnya. (lai/saw)





















