Probolinggo (WartaBromo.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum sepenuhnya terkendali. Setelah sejumlah titik api ditangani petugas, kobaran api kini dilaporkan bergerak ke arah Penanjakan 2 atau Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Pergerakan api pada Rabu (12/8/2026) malam, tersebut menjadi perhatian karena Seruni Point merupakan salah satu destinasi wisata populer di kawasan Bromo. Kondisi angin dan vegetasi yang kering dikhawatirkan membuat api kembali menjalar ke area lain.
Pantauan di lapangan menunjukkan kobaran api mulai terlihat dari arah kawasan Bukit Kedaluh dan Pakis Bincil di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan menuju sisi yang mengarah ke Seruni Point. Asap juga masih tampak di sejumlah bagian perbukitan.
Petugas gabungan kini meningkatkan pemantauan untuk memastikan api tidak semakin mendekati kawasan wisata maupun permukiman warga.
Setidak tercatat area TNBTS yang terdampak karhutla mencapai sekitar 1.069,8 hektare. Luasan tersebut tersebar mayoritas di Kabupaten Probolinggo sekitar 842,73 hektare.
Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan. Namun, salah satu titik yang masih menjadi fokus penanganan berada di kawasan Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
“Yang menjadi perhatian saat ini adalah titik api di kawasan Dingklik. Medannya berupa tebing sehingga penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan personel darat,” ujar Wahyu.
Untuk menjangkau lokasi sulit tersebut, operasi pemadaman dari udara terus dilakukan dengan dukungan tiga helikopter water bombing.
Selain pemadaman, petugas melakukan patroli dan pemantauan secara berkala untuk mendeteksi bara yang berpotensi kembali menyala.
Di sisi Probolinggo, perkembangan arah api menuju Seruni Point membuat petugas harus memperketat pengawasan.
Kawasan Penanjakan 2 berada di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, tidak jauh dari sejumlah destinasi wisata yang selama ini menjadi tujuan wisatawan Bromo.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo sebelumnya telah menutup sementara akses menuju Seruni Point sebagai langkah antisipasi. Portal dan rambu larangan melintas dipasang agar wisatawan tidak mendekati kawasan yang berpotensi terdampak.
Kepala Dispoparekraf Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan keselamatan pengunjung menjadi pertimbangan utama.
“Kalau arah api semakin mendekati kawasan wisata, tentu keselamatan harus didahulukan. Karena itu, akses menuju Seruni Point sementara disterilkan sampai situasi dinyatakan aman,” kata Heri.
Heri menyebut fasilitas Jembatan Kaca Bromo Sky Bridge sejauh pemantauan masih berada dalam kondisi aman. Namun, perkembangan kebakaran tetap dipantau karena arah pergerakan api dapat berubah mengikuti kondisi angin.
Penanganan karhutla di wilayah Pasuruan melibatkan sekitar 540 personel gabungan. Mereka berasal dari TNI, Polri, BPBD, Perhutani, TNBTS, pemadam kebakaran, hingga relawan.
Pada Rabu (12/8) siang, operasi water bombing dilakukan sebanyak lima sortie dengan total 15 kali penyiraman di dua lokasi prioritas.
Dari darat, petugas menggunakan kendaraan pemadam, water drone, motor trail, kendaraan operasional, serta peralatan manual untuk menjangkau titik yang masih memungkinkan ditangani dari darat.
Sejumlah armada pemadam juga diperbantukan dari berbagai daerah, antara lain Surabaya, Malang, Nganjuk, Jombang, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Mojokerto, serta Probolinggo.
Sementara wilayah Malang dan Lumajang masih dipantau untuk mengantisipasi rambatan api. Petugas juga melakukan pengawasan di sekitar Ranupani dan B29.
Tim gabungan terus berupaya memutus pergerakan api agar tidak menjalar lebih jauh. Masyarakat diminta tidak mendekati lokasi kebakaran dan segera melaporkan apabila melihat asap atau munculnya titik api baru. (lai/saw)





















