Probolinggo (WartaBromo.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember menuntaskan perbaikan jalan rel di dua perlintasan sebidang di Kabupaten Probolinggo. Pekerjaan di JPL 13 Jorongan dan JPL 32 Malasan selesai sesuai jadwal pada Senin (31/8/2026).
Perbaikan tersebut dilakukan untuk mengembalikan kondisi geometri rel sekaligus meningkatkan kualitas permukaan perlintasan yang digunakan kereta api dan masyarakat setiap hari.
KAI Daop 9 Jember memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan mempertimbangkan jadwal perjalanan kereta api. Dengan demikian, proses perbaikan dapat berlangsung tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan kelancaran perjalanan.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan penyelesaian pekerjaan tepat waktu menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan prasarana perkeretaapian.
“Pekerjaan di JPL 13 Jorongan dan JPL 32 Malasan telah kami selesaikan sesuai jadwal. Fokus utamanya adalah memastikan kondisi jalan rel kembali memenuhi standar teknis sehingga perjalanan kereta api tetap aman dan prasarana dapat digunakan secara optimal,” ujar Cahyo, Selasa (1/9/2026).
Perbaikan di kedua lokasi mencakup sejumlah pekerjaan teknis pada struktur dan posisi jalan rel.
KAI melakukan pemasangan atau penggantian bantalan beton, penggantian rel di area perlintasan, penataan kembali posisi rel melalui pekerjaan angkat dan listring, pengelasan sambungan rel, serta stabilisasi geometri jalan rel.
Di JPL 13 Jorongan, pekerjaan juga mencakup pemasangan Panel Concrete Level Crossing (CLC). Panel beton khusus tersebut digunakan untuk membentuk permukaan perlintasan yang lebih rata, kuat, dan stabil ketika dilalui kendaraan.
Sementara di JPL 32 Malasan, pekerjaan dilanjutkan dengan penyelesaian lapisan perkerasan aspal pada area perlintasan.
Menurut Cahyo, pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan memanfaatkan window time, yakni jeda waktu yang tersedia di antara perjalanan kereta api.
“Pengaturan pekerjaan dilakukan dengan menyesuaikan jadwal perjalanan kereta. Dengan memanfaatkan waktu yang tersedia di antara perjalanan kereta, pekerjaan dapat dilakukan secara efektif tanpa mengganggu aspek keselamatan dan operasional perjalanan,” katanya.
Setelah seluruh pekerjaan selesai, KAI akan melakukan pemantauan dan perawatan secara berkala untuk menjaga kondisi jalan rel dan area perlintasan tetap sesuai standar.
KAI Daop 9 Jember juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut mendukung pelaksanaan pekerjaan di dua lokasi tersebut.
Dukungan datang dari petugas dan pekerja KAI, kepolisian, Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo, pemerintah daerah, masyarakat sekitar, hingga pengguna jalan.
Koordinasi diperlukan karena JPL 13 Jorongan dan JPL 32 Malasan merupakan perlintasan sebidang yang juga menjadi bagian dari akses lalu lintas masyarakat.
“Kelancaran pekerjaan tidak terlepas dari koordinasi dengan berbagai pihak. Kami berterima kasih kepada kepolisian, Dishub Kabupaten Probolinggo, pemerintah daerah, masyarakat, dan pengguna jalan yang telah mengikuti arahan petugas selama pekerjaan berlangsung,” ujar Cahyo.
Ia menambahkan, pemeliharaan prasarana perkeretaapian akan terus dilakukan melalui pemeriksaan dan perawatan berkala.
Seiring selesainya pekerjaan, KAI kembali mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang.
Pengguna jalan diminta mematuhi rambu dan marka serta tidak memaksakan diri melintas ketika kereta api akan melewati perlintasan.
“Perbaikan prasarana harus berjalan beriringan dengan kesadaran pengguna jalan. Kami mengimbau masyarakat selalu berhati-hati, mematuhi rambu dan marka, serta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api,” kata Cahyo.
KAI menegaskan keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap kegiatan pemeliharaan maupun pengoperasian perjalanan kereta api. (lai/saw)






















