Probolinggo (WartaBromo.com) – Meninggalnya enam korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo memantik beragam reaksi warganet. Selain menyampaikan belasungkawa, sejumlah pengguna media sosial juga menyoroti respons pemerintah dalam penanganan kebakaran hingga meminta perhatian bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kolom komentar sebuah unggahan mengenai korban karhutla Bromo, sejumlah warganet mengungkapkan kesedihan atas tragedi yang merenggut nyawa para korban tersebut.
Akun heyhoca, misalnya, mempertanyakan ada tidaknya permintaan maaf atau ungkapan belasungkawa dari pihak pemerintah atas peristiwa tersebut.
“Ini ada permintaan maaf atau belasungkawa ga sih dari orang2 atas?? sakit banget bacanya ya allah,” tulis akun tersebut.
Komentar lain menyoroti nasib keluarga korban, terutama anak-anak yang ditinggalkan. Akun mahmuda berharap pemerintah memberikan santunan kepada keluarga korban sekaligus menjamin pendidikan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi.
“Pemerintah harus memberikan santunan pada keluarga beliau-beliau yang ditinggalkan dan sekolah gratis untuk anak-anak beliau sampai lulus kuliah,” tulisnya.
Sementara itu, akun cah ayu25 menyampaikan kritik terhadap penanganan kebakaran hutan yang dinilainya lambat. Ia mempertanyakan belum adanya permohonan maaf dari Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan kebakaran tersebut.
Di tengah berbagai kritikan, warganet lainnya juga menyampaikan doa bagi para korban. Akun SONYA menuliskan doa agar para korban mendapatkan ampunan dan akhir kehidupan yang baik.
Beragam komentar itu menunjukkan adanya perhatian publik terhadap tragedi karhutla Bromo, mulai dari penghormatan kepada korban, tanggung jawab pemerintah, hingga perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sebelumnya, Suraji, pegawai Artotel asal Desa Lumbang, Kabupaten Probolinggo, meninggal dunia pada Jumat (23/10/2026) setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Ia sempat menjalani prosedur cangkok kulit akibat luka bakar serius.
Kepergian Suraji menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi enam orang. Seluruh korban dalam insiden kebakaran di Blok Pusung Lingker, Bukit Mentigen, Bromo, dinyatakan meninggal dunia.
Tragedi tersebut meninggalkan duka mendalam sekaligus memunculkan tuntutan publik agar penanganan karhutla dan perhatian terhadap keluarga korban menjadi persoalan yang tidak diabaikan. (red)





















