Bulog Telusuri Pemesanan Beras Sphp 4 Ton, Diduga Dikemas Ulang Jadi Karung 50 Kg

8

Jakarta (WartaBromo.com) – Pembelian beras subsidi dalam jumlah besar menjadi salah satu petunjuk yang didalami Perum Bulog dalam kasus dugaan pengemasan ulang beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa penelusuran dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai penangkapan seorang mitra Rumah Pangan Kita (RPK) yang diduga terlibat dalam pengemasan ulang beras tersebut.

Dikutip dari detikFinance, Kamis (29/10/2026) di Jakarta mengenai kasus ini, Rizal mengatakan akan mendalami oknumnya. 

“Kami langsung ke TKP mendalami siapa oknumnya sampai kami mendapatkan nomor pelat mobil truk yang membawa beras tersebut.”

Dari informasi kendaraan, Bulog kemudian menelusuri dokumen pengiriman, rekaman CCTV, serta data pembelian melalui aplikasi Klik SPHP. Penelusuran itu mengarah kepada mitra RPK berinisial RH.

Menurut hasil penelusuran awal yang disampaikan Rizal, RH diduga memesan beras sebanyak 4 ton dalam dua hari berturut-turut. Pola pembelian tersebut menjadi perhatian karena jumlah dan frekuensi pemesanan perlu sesuai dengan ketentuan distribusi.

“Regulasinya, sekali pesan itu maksimal 2 sampai 4 ton per RPK. Lazimnya rata-rata seminggu itu sudah paling hebat bisa jual 4 ton,” ujar Rizal. 

Bulog kini mendalami bagaimana transaksi tersebut dapat terjadi, termasuk kemungkinan adanya kelalaian pengawasan atau keterlibatan pihak lain. Sejumlah pejabat Bulog di wilayah DKI Jakarta juga dinonaktifkan sementara untuk mendukung pemeriksaan internal.

Kasus ini masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum. Dugaan pelanggaran dan kemungkinan keterlibatan pihak lain perlu dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut. (af/jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.