Pasuruan (WartaBromo.com) – Usaha tak akan pernah menghianati hasil. Prinsip itulah yang terus dipegang oleh Siti Aisyah. Wanita asli Desa Ranuklindungan Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan ini berusaha mengubah hijau desanya.
Sampai akhirnya diganjar dengan penghargaan Program Kampung Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Seperti apa perjuangannya?
Di desa Ranuklindungan, nama Siti Aisyah sebagai pejuang bank sampah cukup dikenal. Wanita dengan 3 anak ini sudah berjuang membuat perubahan di desanya. Perjuangan untuk menjaga lingkungan desanya bersih dari sampah, mampu menyadarkan masyarakat untuk memilah sampahnya sendiri dan kemudian mengolah sampah secara mandiri. Bahkan, hasil pengolahan sampah itu memiliki nilai ekonomis buat warga desanya.
“Sejak kecil, saya selalu merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Kebetulan saya sendiri dibesarkan di tengah-tengah kepedulian orang tua terhadap lingkungan. Beliau mengajari saya betapa pentingnya menjaga alam sekitar,” ujar Siti Aisyah dalam sesi wawancara bersama tim PLN IP UBP Grati di Ranuklindungan, Rabu (11/12/2024).

Aisyah mulai tergelitik ketika di desanya mengalami banyak polusi. Udara yang dihirup menyebabkan sesak di dadaku. Belum lagi, tumpukan sampah yang semakin menggunung di lingkungan desanya. Kebiasaan masyarakat sendiri juga membakar sampah, lalu membuang sampah sembarangan. Ditambah lagi dengan sikap acuh tak acuh warga sekitar. Hal inilah yang membuat Desa Ranuklindungan semakin bertumpuk dengan problem sampah.
“Tapi saya menyadari, satu orang Aisyah saja tidak mungkin bisa merubah itu. Saya berusaha mengajak orang-orang di sekitarku untuk ikut bergerak bersama,” tukasnya.
Setiap orang memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Ketika sudah satu visi, maka langkah-langkah kecil yang diambil bisa memiliki dampak yang besar buat lingkungan dan masyarakat.
Langkah pertama yang dilakukan adalah mencari orang yang mempunyai visi yang sama. Bergerak, peduli lingkungan untuk bumi yang lebih baik.
Tentu, perjuangan Aisyah tidaklah mudah. Butuh berbulan-bulan menemukan sosok yang peduli lingkungan. Sampai akhirnya terkumpul 5 orang anggota.
“Kami berlima adalah wanita yang berperan sebagai ibu rumah tangga biasa. Tidak punya penghasilan tetap. Sebelumnya kami hanya fokus mengurus keluarga. Tapi, keinginan kami satu; Merubah desa kami bisa lebih hijau dan pengelolaan sampah lebih baik,” tekadnya.
Semangat yang sama itulah yang kemudian berhasil membentuk kelompok bernama “Kelompok Bank Sampah Desa Ranuklindungan”. Tak berhenti sampai disitu. Mereka berlima menyadarkan masyarakat akan pentingnya memilah sampah. “Kami lakukan sosialisasi di forum-forum warga, pertemuan PKK, pada pengajian rutin atau bahkan kami kunjungan rumah ke rumah warga. Door to door,” cetusnya.
Bagi Aisyah dan kawan-kawan, ini tentu bukan tugas mudah. Terutama harus melawan kebiasaan warga yang sudah tertanam begitu lama. Namun, dengan kesabaran dan ketekunan, Aisyah terus mencoba merubah pola pikir warga.
Memahamkan warga, betapa pentingnya memilah sampah buat mereka. Misalnya, memisahkan sampah organik dan non-organik. Dipahamkan pemilahan sampah itu bisa mencegah pencemaran lingkungan.
Aisyah juga merasa terbantu. Karena program mengelola sampah di Desa Ranuklindungan mendapat dukungan dari PLN Indonesia Power UBP Grati dan Pemerintah Desa setempat. PLN Indonesia Power UBP Grati bukan sekadar penyedia listrik, tetapi juga penyemangat perubahan. Mereka tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga pengetahuan, pendampingan dan pembinaan.
“Dengan dukungan ini, kelompok Bank Sampah dapat beroperasi secara efektif dan efisien”, jelasnya.
Kolaborasi ini memberikan dampak positif bagi kelompok bank sampah. Kolaborasi ini bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan, sehingga citra perusahaan terbangun baik di mata masyarakat.
Sementara dari sisi Kelompok Bank Sampah terciptanya kebiasaan pengolahan sampah di lingkungan masyarakat desa Ranuklindungan. Sehingga berdampak pada kebersihan lingkungan, terhindar dari polusi dan ancaman bencana banjir. Bahkan, kegiatan pengelolaan sampah ini memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Sampai saat ini, Aisyah tak berhenti terus mengunjungi rumah ke rumah. Satu persatu, ia dkk memberikan sosialisasi tentang pentingnya memilah sampah. Juga mengajak warga untuk bergabung dengan program Bank Sampah.
“Meskipun tidak semua orang langsung percaya dan bergabung, tetapi setidaknya kami berhasil menanamkan benih kesadaran akan lingkungan di hati mereka,” terangnya.
Yang membanggakan bagi Aisyah dkk, yakni ketika berhasil membuka unit pengolahan sampah pertama di desanya. Rasanya begitu membanggakan melihat sampah yang sebelumnya disepelekan itu bisa diolah menjadi sesuatu barang yang bermanfaat. Sampah organik diolah menjadi Kompos. Sedangkan sampah anorganik dijual kepada pihak pengelola lanjutan.
Hasil penjualan tersebut kemudian digunakan untuk kegiatan sosial dan pengembangan program Bank Sampah. Misalnya, pada tahun 2022, Aisyah dkk berhasil mengelola sampah sebanyak 5.879 kg. Kemudian, pada tahun 2023, sampah yang dikelola menurun menjadi 5.376 kg.
“Dengan dukungan dari PT PLN Indonesia Power UBP Grati, kami juga memberikan pelatihan tentang pengolahan sampah kepada masyarakat di luar desa Ranuklindungan. Kami juga menjalin kerjasama dengan berbagai instansi. Dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Universitas Merdeka Pasuruan, dan praktisi lingkungan lainnya,” tandasnya.
Dan baru-baru ini, perjuangan Aisyah dkk dalam menyadarkan masyarakat desanya mendapat atensi dari pemerintah pusat. Ia mendapat penghargaan dalam kategori: Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Program tersebut memberikan pengakuan terhadap partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung penurunan emisi GRK (gas rumah kaca). “Penghargaan ini bukan sekedar pengakuan atas usaha kami, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan Desa Ranuklindungan,” tegasnya. (Tulisan: Akhmad Khayubi Indonesia Power/day)





















