Kraksaan (WartaBromo.com) – Mengawali hari pertama bertugas sebagai Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris atau yang akrab disapa Gus Haris, mengunjungi Bazar Takjil Ramadhan 1446 H di Gelora Merdeka, Kota Kraksaan, Senin (3/3/2025) sore.
Kunjungan ini menjadi bentuk dukungannya terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diharapkan dapat berkontribusi dalam program 100 Event yang digagasnya.
Dalam kunjungannya, Gus Haris didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Probolinggo, Ny. Marisa Juwitasari, serta Sekretaris Daerah Khas Irwanto dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dukung Pemberdayaan UMKM Lokal
Bupati Probolinggo Gus Haris menegaskan bahwa bazar takjil bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga memiliki dampak besar dalam mendukung perekonomian masyarakat.
“Kegiatan seperti ini memberikan peluang bagi pedagang lokal untuk memasarkan produk khas mereka. Ini juga menjadi daya tarik bagi warga dan wisatawan yang datang ke Probolinggo,” ujarnya.
Menurutnya, bazar takjil harus menjadi ajang yang saling menguntungkan bagi pedagang maupun pembeli. “Kita harus memastikan bahwa baik penjual maupun pembeli mendapatkan manfaat yang adil. Tidak boleh ada pihak yang dirugikan,” tegasnya.
Komitmen Bebas Pungli dan Pengembangan Alun-alun Kraksaan
Di hadapan para pedagang dan masyarakat, Gus Haris juga menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik pungutan liar (pungli).
“Saya ucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh pedagang. Ke depan, kami tidak akan mentoleransi pungli dalam bentuk apa pun. Ingat baik-baik, tidak ada toleransi untuk pungli,” tegasnya.
Selain itu, ia juga memaparkan rencana untuk memperbarui konsep Alun-alun Kraksaan agar lebih hidup dan menjadi pusat aktivitas masyarakat, serupa dengan Malioboro di Yogyakarta.
“Kami ingin Alun-alun Kraksaan menjadi ikon kota yang nyaman dan menarik bagi warga, terutama saat acara besar seperti ini berlangsung,” tambahnya.
Bazar Takjil Terbesar di Kabupaten Probolinggo
Ketua Panitia Bazar Takjil, Ahmad Taufik, menyebut Bazar Takjil Ramadhan 1446 H SAE dan Festival Ramadhan Pegadaian 2025 ini menghadirkan 475 peserta. Berasal dari berbagai paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Kota Kraksaan, Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, serta kawasan Car Free Day (CFD). “Ini menjadi bazar takjil dengan peserta terbanyak yang pernah kami selenggarakan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya meramaikan suasana Ramadhan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga. “Bazar takjil ini sudah menjadi agenda tahunan, tetapi tahun ini terasa istimewa karena antusiasme peserta dan masyarakat yang begitu besar,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Bupati Probolinggo optimistis bahwa Kabupaten Probolinggo akan terus berkembang dan menjadi kota yang semakin maju di tahun-tahun mendatang. (saw)





















