Banjir Sepekan Rusak Delapan Jembatan, Lebih dari Seribu Rumah di Probolinggo Terdampak

25
Jembatan di Desa Banjarsari, Kecamaran Sumberasih pasca dihantam banjir. Foto : Aly

Probolinggo (WartaBromo.com) – Rentetan banjir dan cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Probolinggo sepanjang 11–17 Januari 2026 meninggalkan kerusakan serius pada infrastruktur dan permukiman warga. Delapan jembatan dilaporkan rusak hingga putus, sementara 1.379 rumah warga di sejumlah kecamatan terdampak genangan.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat, hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan sungai meluap dan menggerus bangunan penunjang di wilayah rawan bencana.

Tiga jembatan mengalami kerusakan berat, masing-masing berada di ruas penghubung Desa Ambulu–Sumberbendo (Kecamatan Sumberasih), Desa Satreyan (Kecamatan Maron) menuju Desa Sumbersecang (Kecamatan Gading), serta jembatan di Desa Betektaman, Kecamatan Gading.

Sementara itu, 5 jembatan lainnya dilaporkan putus total. Lokasinya berada di Dusun Beji, Desa Banjarsari (Sumberasih); jalur penghubung Desa Jangur–Sumberbendo (Sumberasih); penghubung Desa Brani Wetan (Maron)–Desa Sumbersecang (Gading); Dusun Mendek Kulon, Desa Sumberkramat (Tongas); serta jembatan di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil.

Selain jembatan, BPBD juga mencatat sedikitnya 8 titik plengsengan atau dinding penahan tanah ambrol. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan akses jalan dan keselamatan warga jika tidak segera ditangani.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan banjir paling banyak berdampak pada kawasan dataran rendah dan wilayah yang dilintasi aliran sungai.

“Total rumah warga yang terdampak mencapai 1.379 unit. Pendataan masih kami lakukan untuk memastikan tidak ada lokasi yang terlewat,” kata Oemar, Senin (19/1/2026).

Di Kecamatan Krejengan, banjir merendam enam desa dengan total 446 kepala keluarga (KK) terdampak. Desa Sumberkatimoho mencatat jumlah tertinggi, yakni 150 KK. Disusul Desa Opo-opo 95 KK, Kamalkuning 76 KK, Rawan 80 KK, Tanjungsari 27 KK, dan Jatiurip 18 KK.

Kecamatan Tongas menjadi wilayah terdampak terbesar dengan total 590 KK. Desa Tambakrejo mencatat 320 KK terdampak, Bayeman 200 KK, Sumendi 40 KK, dan Dungun 30 KK.

Di Kecamatan Sumberasih, banjir merendam empat desa dengan total 224 KK, sementara Kecamatan Maron mencatat 104 KK terdampak di Desa Satreyan. Adapun Kecamatan Leces melaporkan 15 KK terdampak di Desa Leces.

Cuaca ekstrem juga mengakibatkan kerusakan fasilitas umum, termasuk bangunan sekolah di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto.

BPBD menyatakan telah melakukan langkah tanggap darurat bencana hidrometeorologi melalui asesmen lapangan dan koordinasi lintas sektor. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan lebat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (aly/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.