Polisi Belum Tetapkan Tersangka Sopir Truk Pasir yang Tabrak Dua Kendaraan hingga Satu Orang Tewas di Pleret

20

Pohjentrek (WartaBromo.com) – Sopir dump truk bermuatan pasir yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Pleret, Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, hingga kini belum dapat dimintai keterangan secara maksimal. Polisi menyebut, pengemudi truk masih menjalani proses penyembuhan akibat luka yang dideritanya.

Kecelakaan yang menewaskan satu orang itu terjadi pada Jumat (30/1/2026) pagi sekitar pukul 09.50 WIB. Insiden tersebut melibatkan dump truk tronton Mitsubishi bernopol S-8002-UU yang menabrak dua kendaraan yang sedang terparkir di bahu jalan, yakni minibus Toyota Avanza L-1568-MM dan pikap Suzuki L-8017-MC yang digunakan untuk berjualan kelapa muda.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Zulkifli, mengatakan berdasarkan penyelidikan awal, kecelakaan diduga dipicu faktor kelelahan pengemudi truk.

“Pengemudi dump truk diduga mengantuk saat melaju dari arah selatan ke utara, sehingga kendaraan keluar jalur ke kiri dan menabrak dua kendaraan yang terparkir,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Dump truk tersebut dikemudikan Satriya Hanafi (21), warga Desa Porong, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Akibat benturan keras, minibus Toyota Avanza mengalami kerusakan parah. Pengemudinya, Muhammad Sofyan Tsauri (36), warga Kabupaten Gresik, meninggal dunia setelah mengalami luka serius, di antaranya pendarahan dari telinga dan hidung serta memar di beberapa bagian tubuh.

Sementara itu, penumpang Avanza, Roy Febri Pratama (24), warga Kabupaten Tuban, mengalami luka robek di bagian pelipis dan hidung serta lebam di dada dan paha. Ia kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. R. Soedarsono, Kota Pasuruan.

Korban lainnya adalah Poliah (53), penjual kelapa muda asal Desa Pleret. Ia mengalami patah tulang di pergelangan kaki kanan setelah pikap yang digunakannya berjualan ikut tertabrak dump truk. Saat ini, Poliah juga masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Sedangkan sopir dump truk mengalami luka lecet dan robek di bagian tangan dan sudah dipulangkan dari rumah sakit dan saat ini dalam masa pemulihan.

“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi, termasuk saksi korban yang masih dirawat di rumah sakit,” jelas Zulkifli.

Dari data kepolisian, total korban dalam kecelakaan ini berjumlah empat orang, dengan rincian satu orang meninggal dunia, satu korban luka berat, dan dua korban luka ringan. Kerugian materiil akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp26 juta.

Hingga kini, Satlantas Polres Pasuruan Kota terus melanjutkan penyelidikan dengan mengamankan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, serta melengkapi administrasi visum korban luka maupun korban meninggal dunia. Polisi memastikan proses hukum akan dilakukan setelah seluruh pihak dapat dimintai keterangan secara lengkap. (don/red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.