Khofifah Tinjau Banjir Probolinggo, Jembatan Rusak dan Pesantren Terdampak Jadi Perhatian

19

Kraksaan (WartaBromo.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di Kabupaten Probolinggo, Senin, 23 Februari 2026.

Ia didampingi Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris untuk memastikan penanganan darurat dan rencana rehabilitasi infrastruktur berjalan.

Kunjungan dimulai dari Posko Tanggap Bencana di Kantor Kecamatan Kraksaan. Dalam pemaparan di posko tersebut,

Bupati Haris menjelaskan kondisi terkini banjir yang melanda beberapa kecamatan serta tantangan delapan daerah aliran sungai (DAS) di wilayahnya.

Rombongan kemudian bergerak ke Pondok Pesantren Syech Abdul Qodir Al-Jailani di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan. Tembok penahan tanah di kompleks pesantren itu longsor akibat derasnya aliran air.

Gubernur dan bupati berdialog dengan pengasuh pesantren serta melihat langsung dampak kerusakan.

Peninjauan dilanjutkan ke Kampung Madura, Kelurahan Kraksaan Wetan. Di lokasi tersebut, Khofifah menyerahkan bantuan kepada warga terdampak. Sejumlah rumah masih dipenuhi lumpur sisa banjir.

Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah Jembatan Sumber Secang di Desa Sumber Secang, Kecamatan Gading, yang mengalami kerusakan dan mengganggu akses warga.

Khofifah mengatakan bencana hidrometeorologi yang terjadi merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem yang juga berdampak di berbagai daerah.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Desember 2025 hingga Februari 2026 untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah rawan.

“Kita membawa tim lengkap, mulai dari pembangunan jembatan, penanganan sungai hingga rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Khofifah.

Ia menekankan percepatan perbaikan infrastruktur, terutama menjelang Idul Fitri ketika mobilitas masyarakat meningkat.

“Kalau membangun jembatan rasanya satu bulan tidak cukup, tapi harus tetap dimulai supaya masyarakat tahu bahwa proses penanganan berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Haris menyatakan pemerintah daerah memprioritaskan penanganan kebutuhan mendesak, seperti evakuasi warga dan layanan kesehatan di titik-titik terdampak.

“Kita memang tidak bisa menghindari bencana. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir dampaknya,” kata Haris.

Menurut dia, pembangunan kembali jembatan dan infrastruktur lain yang rusak akan dilakukan melalui program jangka menengah dan jangka panjang, setelah penanganan darurat selesai.

Pemerintah provinsi dan kabupaten menyatakan akan terus berkoordinasi dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk memastikan bantuan bagi warga terdampak tersalurkan. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.