Gerhana Bulan Total Terjadi Hari Ini, Ini Bacaan Doa dan Amalan yang Dianjurkan

196
Gerhana bulan total

Pasuruan (WartaBromo.com) – Tepat hari ini masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena alam langka berupa Gerhana Bulan Total, Selasa (3/3/2026). Peristiwa astronomi ini berlangsung cukup lama dan bisa diamati dari seluruh wilayah Indonesia.

Data yang dirilis oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mencatat, fase gerhana sebagian mulai terjadi pada pukul 16.50.01 WIB. Fase gerhana total dimulai pukul 18.04.28 WIB dan mencapai puncaknya pada 18.33.37 WIB.

Gerhana total berakhir pada 19.02.24 WIB, sementara fase gerhana sebagian berakhir sepenuhnya pada 20.17.13 WIB. Nah, Bagi kaum Muslimin momen ini bukan sekadar tontonan langit, tetapi juga waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa gerhana merupakan tanda kebesaran Allah SWT, bukan pertanda kematian atau peristiwa mistis tertentu.

Namun, umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar dan doa perlindungan. Berikut beberapa doa yang bisa diamalkan:

Rasulullah dalam salah satu haditsnya memerintahkan kita  untuk memperbanyak doa ketika terjadi gerhana bulan, sebagaimana ditegaskan dalam riwayat yang berasal dari Sayyidah Aisyah, Nabi bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آياتِ اللهِ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذلِكَ فَادْعُوا اللهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena kelahirannya. Maka apabila kalian melihat peristiwa itu, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, dirikanlah shalat, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari).

Mengutip penjelasan Syekh Muhammad Ali al-Qari, dianjurkannya memperbanyak doa ketika terjadi gerhana bulan adalah karena ketika menyaksikan fenomena yang luar biasa ini, hati manusia cenderung berpaling dari urusan duniawi dan lebih terarah kepada Allah.

Pada momen seperti ini, jiwa menjadi lebih khusyuk menghadap kepada-Nya, sehingga doa-doa yang dipanjatkan pun memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan. Simak penjelasannya berikut ini:

إِنَّمَا أُمِرَ بِالدُّعَاءِ لِأَنَّ النُّفُوسَ عِنْدَ مُشَاهَدَةِ مَا هُوَ خَارِقٌ لِلْعَادَةِ تَكُونُ مُعْرِضَةً عَنِ الدُّنْيَا وَمُتَوَجِّهَةً إِلَى الْحَضْرَةِ الْعُلْيَا فَتَكُونُ أَقْرَبَ إِلَى الْإِجَابَةِ

Artinya:Sesungguhnya diperintahkan untuk berdoa (ketika gerhana) karena jiwa-jiwa manusia ketika menyaksikan sesuatu yang luar biasa akan cenderung berpaling dari urusan dunia dan menghadap kepada Allah Yang Maha Tinggi, sehingga doa tersebut lebih dekat untuk dikabulkan.” (Mirqatul Mafatih Syarh Misykatil Mashabih, [Beirut: Darul Fikr, 2002 M], jilid V, halaman 195).

Tidak hanya itu, anjuran lain ketika terjadi gerhana bulan adalah dengan memperbanyak membaca takbir, seperti mengucapkan kalimat “Allahu Akbar”. Memperbanyak takbir merupakan cara untuk mengagungkan Allah, mengakui kebesaran-Nya, serta menyadari betapa kecilnya kita di hadapan-Nya.

وَكَبِّرُوا أَيْ عَظِّمُوا الرَّبَّ أَوْ قُولُوا اللهُ أَكْبَرُ فَإِنَّهُ يُطْفِئُ نَارَ الرَّبِّ

Artinya:Dan bertakbirlah, maksudnya agungkanlah Tuhan atau ucapkanlah ‘Allahu Akbar’, karena sesungguhnya ucapan itu dapat memadamkan murka Tuhan.” (Ali al-Qari, V/195). (jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.