Batas Makan Sahur Bukan Saat Imsak? Simak Penjelasan Ini!

38

Pasuruan (WartaBromo.com) – Dalam praktik ibadah puasa di Indonesia, istilah imsak sudah sangat akrab didengar, terutama saat bulan Ramadan. Biasanya waktu imsak tercantum dalam jadwal imsakiyah yang dibagikan oleh masjid, lembaga Islam, maupun instansi pemerintah.

Secara bahasa, imsak berasal dari bahasa Arab yang berarti menahan atau berhenti. Dalam konteks puasa, imsak dipahami sebagai waktu untuk mulai menahan diri dari makan dan minum sebelum masuknya waktu subuh.

Namun, dalam kajian fikih, imsak sebenarnya bukanlah waktu yang menentukan dimulainya puasa. Ketentuan imsak dan subuh dalam Islam menegaskan bahwa puasa dimulai ketika fajar telah terbit, yaitu ketika waktu subuh masuk.

Dalam ajaran Islam, batas dimulainya puasa sudah dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 187:

“Dan makan serta minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang malam.”

Ayat tersebut menjadi dasar utama dalam memahami ketentuan imsak dan subuh. Yang dimaksud dengan benang putih adalah cahaya fajar yang menandakan masuknya waktu subuh.

Ketika fajar telah terbit, saat itulah puasa dimulai dan umat Islam wajib menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa.

Para ulama sepakat bahwa waktu subuh adalah batas akhir sahur. Artinya, seseorang masih diperbolehkan makan dan minum hingga sebelum masuknya waktu subuh.

Oleh karena itu, jika seseorang masih makan beberapa menit sebelum azan subuh berkumandang, puasanya tetap sah. Namun jika ia masih makan setelah waktu subuh masuk, maka puasanya bisa menjadi batal karena telah melewati batas yang ditetapkan dalam syariat. (Jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.