Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Mahasiswa Pasuruan Turun Jalan: “Ini Teror Demokrasi!”

12

Pasuruan (WartaBromo.com) – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Pasuruan (BEMPAS) Raya mengecam keras insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Peristiwa tersebut dinilai sebagai bentuk teror yang mengancam kebebasan berpendapat sekaligus merusak iklim demokrasi di Indonesia.

Koordinator Aliansi BEMPAS Raya, M. Ubaidillah Abdi, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai tindak pidana penganiayaan biasa. Menurutnya, aksi itu merupakan upaya sistematis untuk membungkam kelompok-kelompok kritis di masyarakat.

“Kami mengecam sekeras-kerasnya tindakan biadab penyiraman air keras terhadap rekan aktivis KontraS. Ini adalah teror langsung terhadap pilar demokrasi. Ada upaya nyata untuk menumbuhkan ketakutan dan membungkam suara-suara yang memperjuangkan keadilan,” ujar Ubaidillah, Minggu (15/3/2026).

Ia menegaskan, mahasiswa di Pasuruan tidak akan tinggal diam jika kasus tersebut tidak ditangani secara serius. BEMPAS Raya bahkan memperingatkan akan menggelar aksi jika aparat penegak hukum lamban mengusut peristiwa tersebut.

“Jika hari ini aktivis sekaliber KontraS bisa diteror di jalanan ibu kota tanpa perlindungan, bagaimana nasib rakyat biasa? Negara tidak boleh kalah oleh premanisme politik. BEMPAS Raya siap mengkonsolidasikan massa dan turun ke jalan jika kasus ini mandek atau hanya menyentuh pelaku lapangan tanpa membongkar aktor intelektualnya,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, mahasiswa Pasuruan juga menyampaikan tiga tuntutan kepada aparat penegak hukum dan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Pertama, mereka mendesak Polri segera menangkap pelaku lapangan sekaligus mengungkap aktor intelektual di balik aksi teror tersebut. Kedua, mereka menuntut negara memberikan jaminan perlindungan bagi para pembela hak asasi manusia dan aktivis mahasiswa di seluruh Indonesia. Ketiga, mereka menyerukan kepada masyarakat sipil, mahasiswa, dan pemuda untuk bersatu mengawal serta melawan segala bentuk represi dan pembungkaman.

Diketahui, Andrie Yunus mengalami teror penyiraman air keras pada Kamis (12/3/2026) menjelang tengah malam. Insiden itu terjadi setelah ia menyelesaikan rekaman siniar (podcast) yang membahas isu “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI” di Gedung YLBHI, Jakarta.

Sekitar pukul 23.37 WIB, saat melintas menggunakan sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, korban dipepet oleh sepeda motor yang ditumpangi dua pria tak dikenal yang melaju melawan arus. Dalam waktu singkat, pelaku menyiramkan cairan korosif ke arah tubuh Andrie.

Cairan tersebut langsung merusak pakaian korban dan menyebabkan luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, mata, dada, dan kedua tangannya. Andrie sempat terjatuh dan berteriak kesakitan sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat ini Andrie dilaporkan masih menjalani perawatan intensif. Ia mengalami luka bakar sekitar 24 persen dan membutuhkan operasi cangkok jaringan pada bagian mata. (fir/red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.