Pedagang dan Jagal Sapi di Kota Pasuruan Mogok, Protes Daging Diduga Glonggongan hingga Harga Sapi Melambung

59

Pasuruan (WartaBromo.com) – Para pedagang dan jagal sapi di Kota Pasuruan kompak melakukan aksi mogok kerja selama dua hari. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap maraknya peredaran daging ilegal dengan harga murah serta melonjaknya harga sapi di pasaran.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jagal Sapi Kota Pasuruan, M. Syaifulloh, mengatakan selama ini para pelaku usaha merasa kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah terkait peredaran daging ilegal.

“Iya, jadi kami melakukan mogok kerja selama dua hari sebagai bentuk protes kami kepada pemerintah. Setelah bertahun-tahun kami didiamkan, seolah-olah pemerintah itu bisu dan tuli untuk memberantas daging ilegal yang dijual dengan harga sangat murah,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, keberadaan daging ilegal yang dijual jauh di bawah harga pasar membuat pedagang resmi semakin tertekan. Terlebih, saat ini harga sapi hidup juga mengalami kenaikan signifikan.

“Kemudian alasan kami mogok kerja juga karena melambungnya harga sapi. Kami punya tanggung jawab moral kepada pelanggan untuk tetap menyediakan daging segar yang halal dan layak konsumsi,” imbuhnya.

Syaifulloh menjelaskan, harga daging sapi resmi yang berasal dari UPT Rumah Pemotongan Hewan (RPH) saat ini berkisar antara Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di Kota Pasuruan.

Sementara itu, daging ilegal dijual dengan harga jauh lebih murah, bahkan ada yang mencapai Rp90 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat masyarakat cenderung memilih harga murah tanpa mempertimbangkan aspek kesehatan dan kehalalan.

“Otomatis masyarakat lebih memilih yang murah, tanpa memikirkan dampaknya bagi kesehatan,” katanya.

Aksi mogok ini juga disebut sebagai bentuk dukungan pedagang terhadap pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat. Mereka mendorong agar seluruh daging yang beredar berasal dari RPH resmi, sehingga kualitas terjamin dan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal senada disampaikan salah satu pedagang, Faisal. Ia menyebut seluruh pedagang daging di pasar-pasar Kota Pasuruan telah sepakat untuk ikut mogok.

“Iya betul, seluruh pedagang daging di pasar dan area Kota Pasuruan saat ini bersepakat mogok kerja. Harapannya pihak terkait mau mendengarkan keluh kesah kami,” ujarnya.

Faisal mengaku dalam kondisi normal, dirinya mampu menjual hingga 80 kilogram daging per hari, atau sekitar satu kuintal jika termasuk tulang dari satu ekor sapi.

Aksi mogok ini dipusatkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Blandongan, Kota Pasuruan, yang menjadi titik berkumpul para pedagang dan jagal sapi.

Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk memberantas peredaran daging ilegal serta menstabilkan harga sapi, agar usaha mereka tetap berjalan dan masyarakat tetap mendapatkan daging yang aman, sehat, dan halal. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.