Disayat Saat Pertahankan Tas, Karyawati di Probolinggo Jadi Korban Jambret di Jalan Sepi

69

Gending (WartaBromo.com) – Aksi penjambretan disertai kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Seorang karyawati pabrik terluka dan merelakan tas berisi uang dan surat berharga dibawa kabur pelaku.

Korban diketahui bernama Nur Aini (35), warga Desa Wonorejo, Kecamatan Maron. Ia menjadi korban setelah diserang dua pelaku bersenjata silet atau cutter saat melintas di jalan sepi, Minggu (13/4/2026) malam.

Peristiwa bermula ketika korban melaju sendirian di jalur Desa Jatiadi, Kecamatan Gending yang minim penerangan, sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Nur dalam perjalanan pulang kerja dan sudah biasa melintasi wilayah itu.

Tiba-tiba dari arah utara, 2 pria berboncengan sepeda motor mendekat. Kemudian memepet korban dari arah samping.

Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku langsung berupaya merampas tas korban dengan cara menyayat tali tas menggunakan cutter. Korban yang berusaha mempertahankan barangnya, justru mendapat serangan balik.

Pelaku melukai tangan kanan korban hingga mengalami tiga luka sayatan. Dalam kondisi terdesak, korban tetap mencoba melawan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Korban akhirnya terjatuh setelah diduga didorong atau ditendang pelaku. Dalam situasi itu, pelaku berhasil membawa kabur tas berisi uang tunai sekitar Rp500 ribu, kartu ATM, serta dokumen identitas milik korban.

Kepala Desa Wonorejo, Mohamad Hasin, menyebut lokasi kejadian memang tergolong rawan karena sepi dan jauh dari permukiman.

“Korban diduga sudah dibuntuti sejak awal. Begitu sampai di lokasi sepi, langsung dipepet dan diserang,” ujarnya.

Meski mengalami luka, korban berhasil menyelamatkan sepeda motor dan telepon genggamnya. Ia kemudian mendapatkan perawatan di Puskesmas Suko, Kecamatan Maron.

Kapolsek Gending AKP Mugi membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini merupakan penjambretan dengan kekerasan, bukan pembegalan.

“Pelaku hanya menargetkan tas korban. Saat korban melawan, pelaku melakukan kekerasan agar bisa menguasai barang tersebut,” katanya.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku. Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri kemungkinan rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur sepi pada malam hari. Serta menghindari membawa barang berharga secara mencolok guna meminimalkan risiko kejahatan jalanan. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.