PLN Indonesia Power UBP Grati Perkuat Ketahanan Ekosistem Gunung Arjuno melalui Program Eco Agropreneur

16

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kawasan Gunung Arjuno memiliki peran vital sebagai daerah hulu di Kabupaten Pasuruan. Wilayah ini berfungsi sebagai penampung air hujan sekaligus pengendali potensi banjir di daerah hilir.

Tak hanya itu, Arjuno juga menjadi sumber mata air pegunungan, habitat keanekaragaman hayati, serta penopang utama aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat sekitar. Namun, peran strategis tersebut sempat terganggu akibat kebakaran hutan yang melanda lereng Gunung Arjuno.

Peristiwa yang dipicu kondisi lahan semak belukar saat musim kemarau dan keterbatasan penanganan itu berdampak pada kerusakan ekosistem hingga sekitar 1.108 hektare. Kejadian ini menjadi alarm akan rapuhnya keseimbangan lingkungan di kawasan hulu.

Merespons kondisi tersebut, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Grati menghadirkan Program Inovasi Sosial bertajuk Eco Agropreneur.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat.

Eco Agropreneur dirancang sebagai program pemberdayaan berbasis lingkungan yang menyasar kelompok rentan melalui pendekatan agropreneur dan mitigasi bencana. Selain mendorong pelestarian alam, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa di sekitar kawasan hulu.

Melalui pendekatan terpadu, program ini memberikan berbagai dampak positif, mulai dari penciptaan lapangan kerja di pedesaan, penyediaan bahan baku sektor pangan dan non-pangan, hingga penguatan ekosistem Gunung Arjuno yang berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan wilayah hilir Pasuruan.

Adapun fokus utama program Eco Agropreneur meliputi ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas seperti kentang, wortel, ketela, serta peternakan kambing dan sapi. Selain itu, program ini juga mendorong pertanian berkelanjutan dengan penerapan sistem terpadu dan praktik organik.

Di sisi mitigasi bencana, program ini menginisiasi pembentukan dan penguatan Tim Siaga Bencana di Desa Jatiarjo, sekaligus mengembangkan sistem pertanian berbasis pencegahan longsor dan kebakaran, seperti terasering. Upaya konservasi hutan juga dilakukan melalui penanaman pohon ficus (beringin) serta pengembangan ekosistem ecoagro.

Program ini telah dimulai sejak 2023 dengan tahap asesmen kelompok perhutanan sosial, bantuan alat cultivator, serta pendampingan kelompok. Pada 2024, fokus beralih pada penguatan kelembagaan melalui pelatihan pupuk organik, pembentukan tim siaga bencana, serta dukungan sarana dan prasarana.

Memasuki 2025, program diarahkan pada penguatan praktik pertanian berkelanjutan melalui pelatihan penggunaan pupuk organik cair (POC).

Sementara pada 2026, fokus diperluas pada peningkatan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai inisiatif, seperti kelas belajar POC, inkubator bisnis Jatiarjo, gerakan penanaman ficus, pembangunan rumah produksi pupuk, hingga inovasi sistem pertanian.

Ke depan, pada 2027, program Eco Agropreneur ditargetkan mencapai tahap kemandirian kelompok, sekaligus berkembang menjadi pusat pembelajaran (learning center) dan membentuk lanskap ekosistem ecoagroculture yang berkelanjutan.

PLN Indonesia Power UBP Grati menilai keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, perusahaan, hingga dukungan pemerintah.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Gunung Arjuno secara berkelanjutan. (jun/**)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.