DJKA Pastikan Ketangguhan Jembatan BH 374 Probolinggo Hingga 50 Tahun Mendatang

7

Tongas (WartaBromo.com) – Jembatan kereta api BH 374 yang berada di lintas Bayeman-Probolinggo menjalani uji fungsi.

Pengujian ini dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan berkala rutin yang digelar Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya bersama Balai Pengujian Perkeretaapian.

Jembatan tersebut sebelumnya dibangun ulang pada 2022 setelah mengalami kerusakan akibat banjir besar. Dalam pengujian kali ini, tim menggunakan dua lokomotif CC300 produksi INKA milik Balai Perawatan sebagai simulasi beban maksimal.

Total bobot kedua lokomotif mencapai lebih dari 180 ton. Beban tersebut dimanfaatkan untuk mengukur tingkat kelendutan sekaligus menguji kekuatan struktur jembatan yang kini telah hampir empat tahun beroperasi.

Kepala BTP Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menegaskan bahwa uji fungsi menjadi tahapan penting demi memastikan keselamatan perjalanan kereta api.

Menurutnya, keselamatan penumpang merupakan prioritas utama dalam operasional transportasi perkeretaapian.

“Melalui pengujian ini, masyarakat diharapkan semakin merasa aman dan nyaman saat menggunakan layanan kereta api menuju maupun dari Probolinggo, terlebih kini wilayah tersebut juga dilintasi kereta komuter,” katanya, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan ulang jembatan BH 374 dilakukan dengan menggunakan struktur rangka baja baru yang lebih besar dibanding konstruksi lama peninggalan era Djawatan Kereta Api tahun 1950-an. Desain terbaru itu disiapkan agar lebih tangguh menghadapi potensi banjir maupun derasnya arus sungai di masa mendatang.

Selain uji fungsi, sebelumnya jembatan ini juga telah melalui sejumlah tahapan pengujian lain, mulai dari evaluasi desain hingga pengujian fisik konstruksi yang dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Denny menambahkan, pengujian berkala akan terus dilakukan secara rutin guna memastikan kondisi struktur tetap prima sebelum nantinya diserahterimakan kepada operator, yakni PT Kereta Api Indonesia.

Pembangunan jembatan BH 374 menjadi salah satu proyek penting DJKA karena menggunakan konstruksi yang berbeda dari jembatan sebelumnya.

“Struktur baru dengan rangka baja modern itu dibangun mengikuti standar jalur kereta di Pulau Jawa dan diharapkan mampu bertahan hingga lebih dari 50 tahun mendatang,” pungkas dia. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.