Bermodal Rp2 Juta, Siswa SMK Yapenas Gempol Sukses Rakit Pesawat

42

Gempol (WartaBromo.com) – Ahmad Novan Saputra, pelajar Kelas X SMK Yayasan Pendidikan Nasional (Yapenas) Gempol, Kabupaten Pasuruan, berhasil mencuri perhatian publik setelah berhasil merakit pesawat model jenis KT1 Wong Bee.

Tidak hanya piawai dalam urusan merakit, Novan juga baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet Juara 1 dalam ajang kompetisi Aeromodelling Fun Fly F3K / DLG tingkat Jawa Timur (Jatim) .

Ditemui di sekolahnya, Jumat (12/6/2026), Novan menceritakan pengalamannya dalam merakit pesawat model tersebut. Meski sudah beberapa kali membuat pesawat ukuran mini, merakit KT1 Wong Bee menjadi tantangan terbesar karena ukurannya lebih besar.

“Kalau buat yang besar kayak gini cuma satu kali ini. Kalau yang kecil kisaran dua sampai tiga kali lah,” ujar Novan.

Dalam prosesnya, Novan tidak selalu sendirian. Dia kerap berkolaborasi dengan timnya yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Untuk merakit satu unit pesawat jenis KT1 Wong Bee, Novan membutuhkan biaya sekitar Rp2 juta.

Prestasi Novan di ajang Fun Fly Jatim terbilang luar biasa. Pasalnya, ia harus berhadapan dengan peserta-peserta tangguh dari kota-kota besar yang memiliki rekam jejak kuat di bidang dirgantara.

“Pas di Fun Fly itu saya mendapatkan juara satu kategori F3K,” kenang Novan bangga, mengingat dirinya harus bersaing ketat dengan perwakilan dari Malang, Blitar, dan kota-kota lainnya.

Keberhasilan para siswa tidak lepas dari peran besar sekolah. Kepala SMK Yapenas Gempol, Kurnia Maya Sari, menyatakan komitmennya untuk mendukung talenta-talenta non akademik.

“Kita berikan banyak dukungan kepada anak-anak yang berprestasi karena ini menjadi salah satu privilege. Nantinya kalau misalkan mereka mau kuliah, itu bisa menjadi salah satu jalur prestasi,” katanya.

SMK Yapenas Gempol menyediakan berbagai ekstrakurikuler untuk mewadahi minat dan bakat siswa, mulai dari tari, pramuka, Mobile Legends, jurnalistik, hingga aeromodelling. Namun, sejauh ini aeromodelling dan jurnalistik menjadi dua bidang yang paling menonjol.

Untuk memastikan siswa fokus mengasah kemampuan, pihak sekolah menanggung seluruh biaya operasional kompetisi.
“Kami dari sekolah memberikan dukungan penuh seperti fasilitas untuk anak-anak ketika mereka mau lomba. Biaya perlombaan dan lain-lain semuanya dihandle oleh sekolah. Jadi anak-anak fokus untuk upgrade skill di bidang masing-masing,” tambahnya.

Hingga saat ini, SMK Yapenas Gempol masih membiayai dan mengelola program ini secara mandiri tanpa bantuan pihak ketiga. Sekolah menerapkan sistem pemetaan sejak dini untuk membaca potensi setiap siswa.

“Kita mapping anak-anak, kemudian kita taruh di kelas minat bakat. Setelah tahu minat bakatnya, kita gali kemampuan mereka hingga akhirnya mereka mengikuti ekstrakurikuler yang sesuai,” jelas Kurnia. (fir/asd)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.