Bukan Karena Cuaca, Ini Penyebab Pohon Pisang Mendadak Layu dan Mati

14

Pasuruan (WartaBromo.com) – Penyakit darah pada tanaman pisang menjadi salah satu ancaman terbesar bagi petani di Indonesia. Penyakit yang dikenal juga sebagai layu bakteri ini telah menyebar ke berbagai sentra perkebunan pisang dan menyebabkan kerugian.

Dilansir dari digitani.ipb.ac.id, penyakit darah disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum, yang lebih dikenal sebagai Blood Disease Bacterium (BDB). Bakteri ini menyerang jaringan pembuluh tanaman sehingga menghambat aliran air dan nutrisi dari akar ke seluruh bagian tanaman.

Akibatnya, tanaman pisang mengalami gejala layu secara bertahap hingga akhirnya mati. Serangan penyakit ini tidak hanya berdampak pada tanaman induk, tetapi juga dapat menular ke anakan yang tumbuh di sekitarnya.

Apa Penyebab Penyakit Darah pada Pisang?

Penyebab utama penyakit darah adalah infeksi bakteri BDB yang masuk ke dalam jaringan tanaman. Setelah berhasil menginfeksi, bakteri berkembang biak di dalam pembuluh tanaman dan menyumbat sistem transportasi air serta unsur hara.

Kondisi tersebut membuat daun menguning, layu, kemudian mengering. Pada serangan yang parah, tanaman tidak mampu menghasilkan buah secara optimal bahkan bisa mati sebelum masa panen.

Selain berasal dari bakteri itu sendiri, penyebaran penyakit darah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

1. Bibit Pisang yang Sudah Terinfeksi

Penggunaan bibit dari tanaman yang telah terjangkit menjadi salah satu penyebab utama penyebaran penyakit darah. Bakteri dapat terbawa sejak awal pertumbuhan dan berkembang ketika tanaman mulai membesar.

Karena itu, penggunaan bibit sehat dan bersertifikat sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ke lahan baru.

2. Penularan Melalui Anakan Pisang

Saat tanaman induk terserang penyakit darah, anakan yang tumbuh di sekitarnya berisiko tinggi ikut terinfeksi. Gejala biasanya mulai terlihat ketika anakan berusia sekitar 3 hingga 4 bulan.

Hal ini terjadi karena bakteri dapat menyebar melalui jaringan bawah tanah yang saling terhubung antara induk dan anakan.

3. Luka pada Tanaman

Bakteri penyebab penyakit darah dapat masuk melalui luka pada batang, akar, maupun bagian tanaman lainnya. Luka tersebut bisa muncul akibat aktivitas pemangkasan, serangan hama, maupun kerusakan mekanis saat perawatan kebun.

4. Serangga Pembawa Bakteri

Beberapa jenis serangga yang mengunjungi bunga pisang juga diduga berperan dalam penyebaran bakteri. Serangga dapat membawa bakteri dari tanaman yang sakit ke tanaman yang sehat saat mencari nektar.

Oleh sebab itu, petani disarankan menggunakan bibit sehat, menjaga kebersihan alat pertanian, serta segera memusnahkan tanaman yang terinfeksi agar penyebaran bakteri penyebab penyakit darah tidak semakin meluas. (jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.