Honda Beat di Teras Rumah Raib Saat Salat Maghrib, Korban Sempat Enggan Lapor Polisi karena Pesimis Ditangani

14

Purwosari (WartaBromo.com) – Aksi pencurian sepeda motor kembali meresahkan warga Dusun Juri, Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari. Sebuah sepeda motor Honda Beat warna hitam tahun 2017 milik warga hilang digondol maling saat ditinggal salat Maghrib, Selasa (23/6/2026) petang.

Peristiwa itu terjadi di rumah Sofyan Bakti, warga setempat. Saat itu motor diparkir di teras rumah yang berada di dekat mushala. Meski suasana kampung masih cukup ramai karena warga sedang melaksanakan salat Maghrib berjamaah, pelaku tetap nekat beraksi.

Asmunik, saksi mata sekaligus pemilik rumah, mengaku sempat melihat seorang pria berjaket hoody membawa kabur motor yang terparkir di depan rumahnya.

“Baru selesai salam salat, tiba-tiba terlihat ada orang berjaket hoody mengambil motor yang diparkir,” ujarnya.

Awalnya Asmunik tidak menyadari bahwa motor yang dibawa pelaku merupakan milik keluarganya sendiri. Setelah memastikan kendaraan tersebut adalah milik keluarganya, ia langsung berteriak dan berusaha mengejar. Namun pelaku berhasil meloloskan diri.

Menurut keluarga korban, motor saat itu dalam kondisi terkunci stang. Warga menduga pelaku menggunakan kunci T atau alat khusus untuk merusak kunci kendaraan. Namun dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Kejadian yang berlangsung sangat cepat itu membuat warga sekitar resah. Terlebih pencurian terjadi saat waktu ibadah dan di tengah lingkungan yang masih ramai aktivitas warga.

Yang menarik, korban sempat enggan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Sejumlah anggota keluarga mengaku pesimis laporan akan segera mendapatkan tindak lanjut.

“Gak usah lapor, wis suwe tanggapane,” ujar salah satu anggota keluarga saat musyawarah setelah kejadian.

Meski demikian, keluarga akhirnya memutuskan tetap mendatangi Polsek Purwosari pada malam hari untuk membuat laporan. Namun menurut keterangan korban, laporan tidak langsung diproses karena petugas piket saat itu sedang berada di luar kantor.

“Kami hanya ditemui petugas dan diminta meninggalkan nomor telepon. KTP juga diminta, tapi tidak ada surat apa-apa yang kami terima,” kata Sofyan.

Korban mengaku tidak menerima surat tanda bukti laporan maupun dokumen lainnya saat mendatangi kantor polisi malam itu.

Meski begitu, pada Rabu (24/6/2026), dua orang petugas kepolisian disebut telah datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan dari korban maupun saksi.

“Hari ini sudah datang ke lokasi,” tambah Sofyan.

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga Dusun Juri. Mereka berharap pelaku segera tertangkap dan ada peningkatan patroli keamanan, terutama pada jam-jam rawan ketika warga sedang melaksanakan ibadah.

Hingga berita ini ditulis, kasus pencurian sepeda motor tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. (red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.