MUI Kabupaten Probolinggo Minta Karnaval HUT RI Tanpa Kostum Waria dan Pornografi, Panitia Diminta Tegas

7

Probolinggo (WartaBromo.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo mengeluarkan tausiyah menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah imbauan agar panitia tidak menampilkan peserta berkostum menyerupai lawan jenis (waria) maupun atraksi yang mengandung unsur pornografi dalam karnaval dan hiburan rakyat.

Imbauan itu tertuang dalam Tausiyah Nomor 06/TSH/MUI/MUI.KAB.PROB/VII/2026 yang diterbitkan sebagai pedoman moral bagi masyarakat selama rangkaian perayaan Agustusan.

MUI menilai semangat memeriahkan Hari Kemerdekaan harus tetap berada dalam koridor agama, kesopanan, dan budaya luhur bangsa, tanpa menghilangkan nilai hiburan yang positif.

Dalam tausiyah tersebut, MUI secara tegas meminta panitia menghindari penampilan peserta laki-laki yang berdandan menyerupai perempuan maupun sebaliknya.

Selain itu, pertunjukan yang menampilkan joget vulgar, gerakan erotis, kostum terbuka, atau bentuk hiburan yang mengarah pada pornoaksi dan pornografi diminta tidak ditampilkan dalam seluruh rangkaian kegiatan HUT RI.

Tak hanya itu, MUI juga mengingatkan agar pelaksanaan lomba, pawai, karnaval, hingga hiburan rakyat tidak membuat masyarakat meninggalkan salat lima waktu.

Seluruh kegiatan juga diimbau terbebas dari perjudian, minuman keras, narkoba, serta tetap mengedepankan keamanan, persatuan, dan semangat perjuangan para pahlawan.

Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH Abd. Wasik Hannan, mengatakan tausiyah tersebut diterbitkan sebagai bentuk tanggung jawab moral MUI agar peringatan Hari Kemerdekaan tidak kehilangan makna.

MUI, kata dia, tidak ingin kemeriahan Agustusan justru bergeser menjadi tontonan yang bertentangan dengan nilai agama dan budaya masyarakat.

“Karena itu kami mengajak panitia lebih selektif terhadap konsep hiburan, termasuk tidak menampilkan kostum waria maupun atraksi yang mengandung unsur pornografi. Kemerdekaan harus dirayakan dengan kegembiraan yang bermartabat, bukan dengan hal-hal yang mengikis nilai moral,” kata KH Abd. Wasik Hannan.

Menurut Wasik, peringatan HUT RI merupakan momentum mengenang perjuangan para ulama dan pahlawan bangsa sekaligus memperkuat karakter masyarakat.

Karena itu, seluruh unsur, mulai pemerintah desa, panitia, komunitas, hingga peserta diharapkan menjadikan tausiyah tersebut sebagai pedoman dalam menyusun konsep kegiatan.

“Kalau semangat nasionalisme dipadukan dengan nilai agama dan etika, maka peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya meriah, tetapi juga membawa manfaat, memperkuat persatuan, dan menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda,” ujarnya.

MUI berharap seluruh rangkaian kegiatan Agustusan di Kabupaten Probolinggo berlangsung aman, tertib, edukatif, dan tetap mencerminkan rasa syukur atas kemerdekaan yang diperjuangkan para pendiri bangsa. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.