
Probolinggo (WartaBromo.com) – Pengungkapan kasus pelemparan bondet yang melukai seorang pemuda di Kota Probolinggo berlangsung cepat.
Kurang dari sehari setelah kejadian, Satreskrim Polres Probolinggo Kota mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Salah seorang di antaranya masih berstatus pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dan diduga menjadi perakit bondet.
Pengungkapan itu merupakan tindak lanjut dari insiden pelemparan bondet di Jalan Ikan Tengiri, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Minggu (19/7/2026) dini hari.
Dalam peristiwa tersebut, seorang pemuda, Muhammad Toni (23), mengalami luka di paha kanan akibat serpihan ledakan dan harus menjalani perawatan di RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Berbekal keterangan korban, saksi, serta hasil penyelidikan di lapangan, polisi melacak keberadaan para terduga pelaku hingga ke sebuah basecamp di kawasan Jalan Lumajang, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran.
Kapolsek Mayangan, Kompol Heri Sugiono, mengatakan delapan pemuda berhasil diamankan untuk dimintai keterangan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, tiga orang diduga berperan sebagai pelaku pelemparan bondet, sedangkan seorang pelajar SMP diduga merakit bahan peledak rakitan tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, tiga orang diduga melakukan pelemparan, sedangkan satu pelaku yang masih pelajar diduga membuat bondet,” ujar Heri.
Penyidik juga menemukan fakta bahwa kelompok tersebut diduga tidak hanya beraksi di satu lokasi. Para terduga pelaku mengaku telah melempar bondet di dua titik berbeda pada malam yang sama.
“Mereka mengaku melakukan pelemparan dua kali, pertama di Jalan Lumajang kemudian berpindah ke Jalan Ikan Tengiri,” ungkap Heri.
Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi menyita tiga bilah senjata tajam jenis celurit yang diduga dibawa kelompok tersebut saat beraksi. Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolres Probolinggo Kota untuk kepentingan penyidikan.
Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, menyatakan penyidik masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku sebelum menyampaikan hasil penyidikan secara lengkap kepada publik.
“Kasus ini akan segera kami rilis. Saat ini penyidik masih melengkapi hasil pemeriksaan dan pendalaman,” kata Zainullah.
Sementara itu, korban mengaku sempat mendengar alasan yang disampaikan para pelaku saat menjalani pemeriksaan awal.
Menurut Toni, aksi tersebut diduga dipicu persoalan lama antara kelompok pelaku dengan warga di wilayah Mayangan.
“Mereka bilang punya masalah dengan warga Mayangan sejak minggu sebelumnya. Saya bukan orang yang mereka cari, tetapi justru menjadi korban,” ujar Toni.
Penyidik juga menelusuri asal-usul bondet yang digunakan dalam aksi tersebut serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Polisi menilai penggunaan bahan peledak rakitan di kawasan permukiman merupakan tindakan berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Diwartakan sebelumnya, ledakan bondet terjadi saat Muhammad Toni bersama sejumlah rekannya bermain sepak bola di ruas Jalan Ikan Tengiri yang lengang sekitar pukul 00.30 WIB.
Tiga pria yang berboncengan menggunakan dua sepeda motor melintas dan salah seorang di antaranya melempar bondet ke arah kerumunan sebelum melarikan diri.
Ledakan tersebut menyebabkan Toni mengalami luka akibat serpihan dan harus mendapat empat jahitan di bagian paha kanannya. (lai/saw)


















