Jadi Lokasi Parkir Liar Gelap dan Kumuh, Bundaran Apollo Gempol Diminta ada Pembenahan

46

Gempol (WartaBromo.com) – Kawasan bundaran Apollo Gempol selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang kumuh dengan sampah yang berserakan diarea bundaran, minimnya penerangan jalan, hingga parkir liar kendaraan truk muatan barang dan banyaknya kejadian kecelakaan lalu lintas.

Kondisi tersebut sangat disayangkan karena Bundaran Apollo Gempol sendiri memang berada diposisi strategis sebagai jalur nasional Surabaya – Malang maupun Mojokerto.

Dalam kesempatan “Jagongan Wakil Rakyat (Jawara)”, Camat Gempol, Hadi Mulyono menyampaikan bahwa banyaknya parkir liar diwilayah Bundaran Apollo Gempol selama ini diduga menjadi salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi diwilayah tersebut.

“Parkir liar sebagai salah satu penyakit yang juga menjadi salah satu penyebab sering terjadi kecelakaan di wilayah ini,” ujarnya.

Hadi Mulyono, mengungkapkan bahwa area luas di sekitar bundaran kerap dimanfaatkan para sopir angkutan barang atau truk untuk berhenti dan beristirahat. Kebiasaan ini dipicu oleh minimnya pengawasan secara terus-menerus di lokasi, sehingga memunculkan kesan aman bagi pengemudi untuk melanggar aturan.

Seiring berjalannya waktu, banyak sopir truk yang ikut-ikutan parkir karena melihat area yang luas dan kendaraan lain juga berhenti di sana, meskipun mereka tahu area tersebut sebenarnya tidak diperuntukkan untuk parkir.

“Kami mewakili warga Gempol, kepengin pembenahan bundaran Apollo ini menjadi icon Pasuruan, agar tidak terlihat kumuh, sampah banyak, penerangan jalan kurang,” kata Hadi.

Ia menegaskan, upaya penertiban sebenarnya telah dilakukan bersama pihak kepolisian lalu lintas, mulai dari pemasangan rambu hingga sangsi tilangan. Namun, kesadaran para pengemudi masih rendah. Rambu larangan parkir yang ada juga dinilai kurang terlihat jelas, terutama saat malam hari akibat kondisi kawasan yang gelap.

“Sudah dipasang rambu, hampir setiap kali ada penertiban dari temen-temen lantas itu sudah dilakukan tilang, bahkan sempat saya sampaikan kewarga setempat kalau ada parkir liar gembosin saja bannya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Adinda Denisa menyampaikan bahwa dirinya selama ini memang sering mendapat aspirasi langsung dari masyarakat setempat perihal kondisi Bundaran Apollo yang tidak tertata serta minimnya perawatan.

Ia menyatakan bahwa penataan Bundaran Apollo kedepan tidak boleh hanya berfokus pada aspek estetika atau keindahan semata, tetapi juga prioritas keselamatan dengan penertiban parkir liae, penambahan PJU dan pantauan rutin dari aparat penegak hukum.

“Selama ini orang mengira ini bundaran biasa saja, padahal Bundaran Gempol ini salah satu ikon Pasuruan sebagai pusat transportasi menuju Malang, Surabaya, dan Mojokerto. Saya sendiri sangat sering menerima aspirasi dari masyarakat terkait kawasan ini,” ungkap Adinda.

Ia juga mengapresiasi tingginya rasa kepemilikan  warga Gempol terhadap Bundaran Apollo, yang dibuktikan dengan aksi gotong royong membersihkan area bundaran bersama pihak kecamatan dan DPRD beberapa waktu lalu.

“Kami memahami bahwa kewenangan penanganan jalan ini bukan sepenuhnya di Kabupaten Pasuruan, tetapi kami sangat menghargai aspirasi masyarakat. Saya yakin dengan adanya kolaborasi dan koordinasi yang telaten, aspirasi warga bisa terwujud,” jelas Adinda.

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.