Demo Peluru Nyasar di Grati Berujung Blokade Jalan, Warganet: Kok Nutup Jalan Raya?

80

Pasuruan (WartaBromo.com) – Aksi blokade Jalan Raya Grati yang dilakukan warga saat demonstrasi menolak rentetan dugaan peluru nyasar tak hanya menyita perhatian pengguna jalan. Di media sosial, aksi tersebut juga memicu beragam tanggapan dari warganet.

Sebagian warganet menyatakan memahami keresahan warga yang berulang kali diterpa insiden peluru nyasar. Namun, mereka menilai penutupan jalan raya justru merugikan masyarakat lain yang tidak berkaitan dengan persoalan tersebut, terutama para sopir angkutan dan pengguna jalan.

Di postingan Facebook yang diunggah oleh WartaBromo, akun Asek Pole menilai aksi demonstrasi seharusnya tidak menghambat aktivitas masyarakat.

“Demo yah demo tapi kasihan para sopir ada anak istri yang nunggu di rumah, jangan menghalangi orang kerja,” tulisnya.

Senada, akun Fahmi Syarifudin mempertanyakan lokasi aksi yang dilakukan di jalan raya, bukan di lokasi yang dianggap berkaitan langsung dengan persoalan tersebut.

“Seharusnya yang didemo itu lokasi markasnya, ini kok di jalan raya? Kasihan sopir yang mau bongkar muat. Yang salah siapa, kok pengguna jalan yang jadi korban?” komentarnya.

Komentar serupa juga ramai bermunculan di Instagram. Akun @rhenicco_piliang mempertanyakan keputusan massa memblokade jalan sebagai bentuk protes.

“Protes peluru nyasar kok nutup jalan raya?” tulisnya.

Sementara akun lain menyoroti dampak aksi terhadap para sopir yang terjebak kemacetan.

“Sampai sekarang belum bubar. Demo boleh, tapi jangan merugikan orang lain. Para sopir tidak bersalah, kalau telat bisa dipecat,” tulis salah satu pengguna Instagram.

Di postingan TikTok WartaBromo yang kini mendapat 210 komentar, 4.660 like hingga 843 share, ratusan warganet juga menilai sasaran aksi tidak tepat karena justru menghambat masyarakat umum.

Diantaranya akun @Matsholar menyebut persoalan tersebut semestinya disampaikan kepada pihak yang bertanggung jawab, bukan berdampak pada pengguna jalan.

Sementara akun @Montero meminta aparat bertindak karena aksi tersebut dinilai mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Hingga Kamis sore, diskusi mengenai aksi blokade Jalan Raya Grati masih ramai di berbagai platform media sosial. Di sisi lain, warga yang menggelar demonstrasi menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk protes atas rentetan dugaan peluru nyasar yang dinilai telah menimbulkan trauma dan mengancam keselamatan masyarakat. (Jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.