Pasuruan (WartaBromo.com) – Harapan keluarga untuk menemukan Sugianto (44) dalam kondisi selamat akhirnya pupus. Nelayan asal Dusun Sawahan, Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, ditemukan meninggal dunia setelah semalaman dinyatakan hilang akibat diterjang ombak besar di Perairan Penunggul.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu (1/8/2026) malam saat perjalanan pulang melaut bersama dua rekannya menggunakan perahu kecil berukuran sekitar tiga meter.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sugianto bersama Misnajin dan Saiful Bahri berangkat melaut sekitar pukul 16.30 WIB. Sekitar pukul 20.00 WIB, mereka memutuskan kembali ke daratan. Namun saat perahu berada sekitar 1,5 kilometer dari bibir Pantai Penunggul, cuaca memburuk. Angin kencang disertai gelombang tinggi menerjang perahu.
Dalam kondisi tersebut, Sugianto diduga terjatuh atau melompat ke laut. Saiful Bahri yang saat itu bertahan dengan memegangi tiang perahu sempat melemparkan ban pelampung untuk menyelamatkan korban. Namun sebelum berhasil meraihnya, ombak kembali menghantam hingga korban terseret dan hilang dari pandangan.
Kedua rekannya sempat menunggu sekitar 10 menit sambil mencari keberadaan korban. Karena tidak membuahkan hasil, mereka kembali ke daratan untuk meminta pertolongan kepada warga.
Laporan hilangnya korban diterima Satpolairud Polres Pasuruan Kota sekitar pukul 21.30 WIB. Karena kondisi malam dan cuaca yang tidak memungkinkan, operasi pencarian baru dimulai pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Pasuruan Kota, Ditpolairud Polda Jatim, Polsek Nguling, BPBD Kabupaten Pasuruan, Basarnas, serta dibantu para nelayan.
Namun, belum genap dua jam pencarian berlangsung, seorang nelayan bernama Rohim Juhira menemukan sesosok mayat mengapung di Perairan Penunggul sekitar pukul 07.50 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke dermaga sebelum dilakukan identifikasi oleh petugas.
Hasil pemeriksaan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Sugianto, nelayan yang dilaporkan hilang sehari sebelumnya. Selanjutnya, tim SAR bersama warga mengevakuasi korban ke daratan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi, membenarkan penemuan korban tersebut. Ia mengatakan operasi pencarian langsung dihentikan setelah identitas korban dipastikan.
“Korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Perairan Penunggul pada Minggu pagi. Setelah proses identifikasi dan dipastikan oleh pihak keluarga, operasi SAR resmi dihentikan,” ujar Junaedi.
Menurutnya, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi karena telah meyakini penyebab kematian korban akibat kecelakaan di laut. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk disucikan dan dimakamkan. (don)





















