Helikopter Water Bombing Ditambah, 3 Armada Dikerahkan Padamkan Kebakaran Bromo

9

Probolinggo (WartaBromo.com) – Upaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) diperkuat dari udara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menambah satu helikopter water bombing sehingga total tiga armada disiapkan untuk menjangkau titik api yang sulit dipadamkan melalui jalur darat.

Hingga Sabtu (8/8/2026) pagi, kebakaran masih berlangsung di sejumlah titik kawasan TNBTS. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 176 hektare pada Jumat kemarin.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo R Oemar Sjarif mengatakan tambahan helikopter dari BPBD Jawa Timur akan memperkuat dua armada yang sebelumnya dioperasikan untuk pemadaman dari udara.

“Ada tambahan satu helikopter water bombing dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Dengan tambahan ini, total ada tiga helikopter yang diperbantukan untuk operasi pemadaman,” ujar Oemar, Sabtu (8/8/2026).

Dua helikopter sebelumnya diberangkatkan dari Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, sekitar pukul 09.00 WIB. Armada tersebut kemudian diarahkan menuju kawasan Watugede, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang menjadi salah satu sektor penanganan kebakaran.

Sementara helikopter tambahan dari BPBD Jawa Timur dijadwalkan tiba di Malang sekitar pukul 13.30 WIB sebelum diterjunkan ke lokasi kebakaran.

Operasi water bombing dilakukan untuk menjangkau titik api yang berada di kawasan perbukitan dan sulit ditembus petugas melalui jalur darat.

Salah satu helikopter yang digunakan, PK-DBM, memiliki kapasitas angkut sekitar 1.000 liter air dalam sekali pengambilan. Air tersebut diambil dari kawasan Ranu Pani, Kabupaten Lumajang, kemudian dibawa menuju titik kebakaran.

Dua helikopter BNPB melakukan penyiraman secara bergantian. Pola tersebut diterapkan untuk menjaga kesinambungan operasi sekaligus menyesuaikan dengan kondisi medan dan cuaca di kawasan Bromo.

Dari kawasan Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, kepulan asap masih terlihat pada Sabtu pagi. Kondisi tersebut menunjukkan sejumlah titik api masih memerlukan penanganan dan pemantauan.

Di darat, personel gabungan juga terus melakukan pemadaman dan penyekatan untuk mencegah api merambat ke area lain.

Kebakaran di kawasan TNBTS hingga kini telah berdampak terhadap sekitar 176 hektare lahan. Api sebelumnya terpantau di kawasan Blok Bantengan dan kemudian merambat ke sejumlah wilayah di sekitar Bromo.

Medan yang terjal, vegetasi kering, serta angin menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Karena itu, dukungan dari udara dinilai penting untuk menjangkau titik-titik yang tidak mudah diakses personel.

Sementara itu, Balai Besar TNBTS masih mendalami dugaan penyebab kebakaran. Salah satu dugaan sementara mengarah pada aktivitas warga yang membuat perapian untuk menghangatkan tubuh karena suhu di kawasan Bromo cukup dingin.

Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber dan penyebab api.

Dengan tambahan satu helikopter dari BPBD Jawa Timur, pemerintah berharap kekuatan pemadaman udara meningkat dan titik-titik api yang tersisa dapat lebih cepat dikendalikan.

Operasi gabungan melalui jalur darat dan udara akan terus dilakukan hingga kawasan dinyatakan aman dari ancaman kebakaran. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.