Probolinggo (WartaBromo.com) – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Savana Gunung Bromo kembali membesar pada Sabtu (8/8/2026) petang.
Kobaran api terus meluas dengan cepat hingga melompati Jalur Lingkar Timur Kaldera (JLTK) Bromo dan membakar kawasan Savana Watangan yang dipenuhi rerumputan kering.
Rekaman video yang diambil relawan di lokasi memperlihatkan api berkobar semakin besar akibat terpaan angin kencang. Dalam situasi tersebut, terdengar relawan berulang kali memperingatkan rekan-rekannya agar menjauh dari titik api.
“Mundur… mundur… jangan mendekat, apinya semakin besar!” teriak salah seorang relawan saat proses pemantauan berlangsung.
Besarnya kobaran api bahkan dapat disaksikan dari sejumlah desa yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Semburat cahaya jingga tampak menghiasi langit malam dari kejauhan.
Warga Desa Wonokerto, Sugeng Laksono, mengaku kobaran api terlihat jelas dari arah lautan pasir Bromo. Menurutnya, intensitas kebakaran terus meningkat hingga malam hari.
“Dari rumah masih terlihat jelas. Kebakarannya semakin membesar,” ujar Sugeng melalui pesan singkat.
Informasi serupa juga disampaikan para relawan, pelaku wisata, dan masyarakat sekitar melalui grup koordinasi WhatsApp. Mereka melaporkan api kembali menguasai area savana setelah sebelumnya sempat terkonsentrasi di titik Pusung Jantur, kawasan di bawah B29.
Untuk membantu penanganan, sejumlah pihak mengirimkan bantuan, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pasuruan yang menerjunkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter beserta personel.
Sebelumnya, upaya pemadaman telah dilakukan secara intensif, termasuk menggunakan dua helikopter milik BPBD Jawa Timur untuk water bombing. Namun operasi dari udara terpaksa dihentikan pada Sabtu sore karena jarak pandang di kawasan Ranu Pani memburuk akibat kabut tebal.
Tak lama setelah operasi udara dihentikan, embusan angin kencang kembali memicu kobaran api hingga meluas ke kawasan savana. Langit Bromo pun tampak memerah akibat pantulan api yang terus berkobar.
Hingga Sabtu malam, tim gabungan yang terdiri dari relawan, petugas, dan unsur terkait masih berjibaku mengendalikan kebakaran sekaligus menghalau wisatawan maupun warga agar tidak memasuki area yang berpotensi membahayakan. (lai/saw)





















