Cabai Rawit Probolinggo Laris Manis di Manado

11

Manado (WartaBromo.com) — Cabai rawit merah yang didatangkan dari Probolinggo, Jawa Timur, langsung mendapat respons tinggi dari konsumen di Pasar Bersehati, Manado, Sulawesi Utara.

Satu koli cabai dengan berat sekitar 30 kilogram habis terjual dalam waktu kurang dari 30 menit setelah didistribusikan kepada pedagang, Senin (21/9/2026) pagi.

Cabai tersebut merupakan bagian dari pasokan 2,5 ton yang dikirim ke Sulawesi Utara melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) tahap kedua.

Pedagang di Pasar Bersehati, Koko, mengatakan stok cabai yang diterimanya cepat terserap karena pembeli langsung berdatangan setelah pasokan dibagikan.

“Tidak sampai setengah jam sudah habis. Pembeli datang bersamaan sehingga proses penjualan sempat kurang tertib,” ujar Koko.

Menurut dia, kepadatan pembeli juga membuat pedagang kesulitan mengatur transaksi. Ada barang yang sempat terambil sebelum proses pembayaran tercatat dengan baik.

Salah seorang pembeli, Endang, mengatakan distribusi cabai dari luar daerah membantu masyarakat memperoleh pasokan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Ini sangat membantu. Kami berharap pasokan seperti ini bisa terus tersedia,” katanya.

Sebanyak 2,5 ton cabai rawit merah atau sekitar 84 koli dikirim dari Probolinggo ke Sulawesi Utara pada FDP tahap kedua. Setiap koli memiliki berat sekitar 30 kilogram.

Pasokan itu didistribusikan ke sejumlah pasar besar di Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Kotamobagu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Utara Rahel Rotinsulu mengatakan distribusi dilakukan untuk menambah pasokan cabai di tengah penurunan produksi dari sejumlah daerah pemasok.

“Karena jumlah pasokan masih terbatas, tahap kedua ini kami prioritaskan untuk pasar-pasar besar di beberapa kabupaten dan kota,” kata Rahel.

Menurut dia, pasokan cabai dari daerah lokal dan sejumlah sentra produksi, termasuk Gorontalo, mengalami penurunan.

Kondisi itu mendorong pemerintah mendatangkan cabai dari luar Sulawesi Utara.

“Kami mengambil pasokan dari luar daerah untuk menambah ketersediaan sekaligus membantu menjaga harga agar tetap terjangkau masyarakat,” ujarnya.

Rahel menegaskan kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan petani lokal.

Menurut dia, pasokan dari luar daerah diperlukan sebagai langkah penyeimbang ketika produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan.

“Tujuannya menambah pasokan, menjaga keseimbangan harga, sekaligus membantu pengendalian inflasi di Sulawesi Utara,” kata Rahel.

Tingginya permintaan cabai di Pasar Bersehati terlihat dari cepatnya pasokan dari Probolinggo terserap.

Distributor cabai di Pasar Bersehati, Yasin Gani, mengatakan kebutuhan cabai rawit di pasar tersebut mencapai sekitar 7-8 ton per hari.

Adapun kebutuhan cabai rawit untuk seluruh wilayah Sulawesi Utara diperkirakan mencapai 16-17 ton per hari.

“Di Pasar Bersehati kebutuhannya sekitar 7 sampai 8 ton per hari. Kalau untuk Sulawesi Utara sekitar 16 sampai 17 ton per hari,” ujar Yasin.

Dengan kebutuhan tersebut, pasokan 2,5 ton dari Probolinggo menjadi tambahan untuk memenuhi permintaan di sejumlah pasar.

Yasin mengatakan distribusi tahap kedua telah dilakukan kepada pedagang sesuai pembagian yang telah ditetapkan.

Selain menambah ketersediaan, distribusi tersebut ditujukan untuk membantu menjaga harga cabai di tingkat konsumen.

Cabai hasil FDP ditetapkan dengan harga Rp 57.000 per kilogram di tingkat pengecer.

Yasin mengatakan pedagang diminta mematuhi harga yang telah ditentukan.

“Pengecer sudah kami ingatkan agar tidak menjual di atas Rp 57.000 per kilogram. Jika melampaui harga tersebut, pasokannya akan kami tarik kembali,” ujarnya.

Belum ada kepastian mengenai pelaksanaan FDP tahap ketiga. Pemerintah Sulawesi Utara masih akan melihat perkembangan harga, kebutuhan masyarakat, ketersediaan cabai, serta dukungan anggaran.

Rahel mengatakan distribusi lanjutan tetap terbuka jika kondisi di lapangan membutuhkan tambahan pasokan.

“Kalau memungkinkan dan ada dukungan dari BI maupun Bapanas, tahap berikutnya akan kami upayakan,” katanya.

Cepatnya cabai Probolinggo terserap di Pasar Bersehati menunjukkan tingginya kebutuhan cabai di Sulawesi Utara.

Di tengah pasokan lokal yang menurun, distribusi antardaerah menjadi salah satu cara pemerintah menjaga ketersediaan komoditas sekaligus menahan tekanan harga di pasar. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.