Api Bromo Mendekati Seruni Point, Pemkab Probolinggo Tutup Akses Wisata

7

Probolinggo (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Probolinggo menutup sementara akses menuju Puncak Seruni Point, Penanjakan 2, setelah kebakaran di kawasan Gunung Bromo terpantau bergerak mendekati destinasi wisata tersebut. Langkah ini diambil untuk mencegah wisatawan berada dalam radius yang berpotensi terdampak pergerakan api.

Penutupan dilakukan pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 20:00 WIB. Setelah petugas memantau kobaran api yang semakin mendekati kawasan Bukit Kedaluh, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan, keputusan tersebut merupakan langkah antisipasi. Pemerintah daerah memilih menutup akses lebih awal demi keselamatan wisatawan.

“Situasi kebakaran masih dinamis. Karena itu, kami memilih menutup akses menuju Seruni Point sampai kondisi benar-benar aman,” kata Heri.

Petugas kemudian memasang portal dan rambu larangan melintas di jalur menuju Puncak Seruni Point. Wisatawan, pengemudi jip, maupun masyarakat diminta tidak melewati pembatas tersebut.

Heri menjelaskan, titik api belum mengenai fasilitas Jembatan Kaca Bromo Sky Bridge. Namun, posisi api yang terus bergerak mendekati kawasan Puncak Seruni menjadi alasan pemerintah mengambil tindakan pencegahan.

“Untuk jembatan kaca sejauh pemantauan masih aman. Tetapi akses menuju Seruni Point tetap kami tutup karena kami tidak ingin mengambil risiko terhadap pengunjung,” ujarnya.

Senior Manager Bromo Sky Bridge, Bambang Heriwahjudi, mengatakan api tampak berada di balik bukit yang mengarah ke kawasan Seruni Point. Jarak dengan jembatan kaca sekitar 2 kilometer.

“Pergerakan api semakin terlihat mendekati kawasan Seruni. Dengan kondisi angin dan vegetasi yang kering, kawasan ini memang perlu disterilkan,” kata Bambang.

Menurut dia, kobaran api dari arah Pasuruan juga masih terlihat di kawasan Penanjakan. Kondisi tersebut membuat aktivitas wisata di sekitar Seruni Point dinilai belum memungkinkan.

Pemkab Probolinggo belum menentukan kapan akses menuju Seruni Point akan dibuka kembali. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan perkembangan kebakaran dan hasil pemantauan petugas di lapangan.

Heri menegaskan, penutupan bukan berarti seluruh destinasi wisata di sekitar Bromo dalam kondisi terdampak. Namun, pembatasan dilakukan pada lokasi yang dinilai memiliki potensi risiko akibat perkembangan kebakaran.

“Pembukaan kembali akan dilakukan setelah ada kepastian kondisi aman. Kami meminta wisatawan tidak memaksakan diri masuk ke kawasan yang sudah ditutup,” tutur Heri.

Sementara itu, tim gabungan masih melakukan pemadaman kebakaran TNBTS melalui jalur darat dan udara. Pemantauan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru maupun pergerakan api menuju kawasan wisata dan permukiman. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.