Bromo Kembali Dibuka, 1.068 Wisatawan Langsung Masuk pada Hari Pertama

7

Probolinggo (WartaBromo.com) – Setelah 13 hari ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan, kawasan wisata Gunung Bromo kembali menerima wisatawan, Kamis (20/8/2026). Pembukaan kembali kawasan konservasi itu langsung disambut antusias pengunjung.

Hingga Kamis siang, 1.068 wisatawan tercatat telah memasuki kawasan Bromo melalui sejumlah pintu masuk, termasuk dari arah Malang dan Probolinggo.

Kepala Bidang Pengelolaan Wilayah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Septi Eka Wardani mengatakan, angka tersebut menunjukkan minat wisatawan terhadap Bromo tetap tinggi meski kawasan sempat ditutup akibat karhutla.

“Hari pertama pembukaan, kunjungan wisatawan langsung cukup ramai. Sampai siang ini tercatat 1.068 orang masuk melalui beberapa akses menuju Bromo,” ujar Septi.

Pembukaan dilakukan setelah kawasan dinilai memungkinkan kembali menerima kunjungan. Namun, kewaspadaan terhadap kebakaran belum diturunkan.

Musim kemarau membuat sebagian vegetasi di kawasan taman nasional masih dalam kondisi kering dan mudah terbakar.

Pembukaan kembali Bromo menjadi kabar yang dinanti wisatawan yang sebelumnya harus menunda perjalanan.

Sinta Wulandari, wisatawan asal Surabaya, menjadi salah satu pengunjung yang datang pada hari pertama pembukaan. Ia mengaku sempat kecewa ketika mengetahui kawasan Bromo ditutup karena kebakaran.

Kabar mengenai pembukaan kembali Bromo kemudian diterimanya dari pihak agen perjalanan.

“Sempat kecewa karena rencana perjalanan hampir batal. Begitu mendapat informasi Bromo dibuka lagi, kami langsung berangkat,” kata Sinta.

Kesan pertamanya setelah tiba di kawasan Bromo pun positif. Lanskap pegunungan dan hamparan kawasan yang menjadi daya tarik utama Bromo membuatnya terpesona.

“Bagus sekali. Pemandangannya seperti tidak nyata,” ujarnya.

Di balik kembali ramainya wisatawan, petugas TNBTS masih menghadapi persoalan lain: ancaman kebakaran yang belum sepenuhnya berlalu.

Patroli rutin diperkuat, terutama di lokasi dengan vegetasi kering yang berpotensi menjadi bahan bakar api. Petugas juga ditempatkan di sejumlah titik yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Patroli tetap kami lakukan secara rutin. Titik-titik yang rawan kami pantau untuk mengantisipasi munculnya api,” tutur Septi.

TNBTS juga meminta wisatawan tidak membawa atau menggunakan sumber api secara sembarangan. Rokok dan korek api menjadi perhatian karena percikan kecil dapat memicu kebakaran ketika kondisi vegetasi sangat kering.

“Kami meminta semua pihak benar-benar berhati-hati dengan api. Dalam kondisi kemarau seperti sekarang, sesuatu yang kecil bisa memicu kebakaran yang meluas,” kata Septi.

Imbauan tersebut berlaku bukan hanya bagi wisatawan, melainkan juga pelaku usaha wisata, warga, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan TNBTS.

Kewaspadaan serupa diterapkan di kawasan Gunung Semeru. Jalur pendakian dan kawasan Ranu Kumbolo juga menjadi perhatian karena sebagian vegetasinya mengering selama musim kemarau.

“Perhatian tidak hanya untuk Bromo. Kawasan Semeru juga memiliki kondisi yang sama. Pendaki menuju Ranu Kumbolo kami minta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap penggunaan api,” ujar Septi.

TNBTS tidak ingin pembukaan kawasan wisata justru diikuti munculnya titik api baru akibat kelalaian pengunjung.
Untuk mengantisipasi peningkatan kunjungan setelah pembukaan, TNBTS tetap memberlakukan kuota wisatawan sesuai ketentuan.

Pengawasan dilakukan sejak wisatawan memasuki kawasan. Selain petugas di pintu masuk, personel juga bergerak melakukan patroli di sejumlah lokasi wisata.

“Kuota tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Petugas kami tempatkan di pintu masuk dan sebagian lainnya melakukan patroli secara bergerak,” kata Septi.

Bagi TNBTS, kembalinya aktivitas wisata di Bromo bukan berarti kewaspadaan terhadap karhutla berakhir. Di tengah musim kemarau, keselamatan pengunjung dan perlindungan kawasan konservasi tetap menjadi prioritas. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.