Probolinggo (WartaBromo.com) – Foto dua pria berboncengan motor ramai beredar di grup WhatsApp. Keduanya disebut sebagai begal yang merampas Honda PCX dengan modus bertanya alamat dan menodongkan pistol. Polisi belum memastikan kebenaran kabar tersebut.
Informasi itu menyebar luas hingga menimbulkan keresahan di masyarakat. Namun, Polres Probolinggo menegaskan belum ada kepastian mengenai lokasi maupun kejadian yang disebut dalam narasi viral tersebut.
Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana mengatakan, pihaknya belum dapat membenarkan informasi yang beredar. Polisi masih akan menelusuri kabar tersebut.
“Informasi itu belum bisa kami pastikan kebenarannya, termasuk apakah kejadiannya berada di wilayah hukum Polres Probolinggo. Kami tetap akan melakukan penyelidikan,” ujar Made melalui sambungan telepon.
Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Ipda Widy Purwa Apriantoro meminta masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut memberikan informasi tambahan.
Polisi membutuhkan keterangan mengenai lokasi kejadian, identitas korban, serta kronologi peristiwa. Informasi tentang ada atau tidaknya laporan resmi juga diperlukan untuk membantu proses verifikasi.
Widy mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai kabar yang beredar di media sosial.
“Kami meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi,” katanya.
Polres Probolinggo juga mengimbau masyarakat tidak menyebarluaskan foto tersebut disertai tuduhan yang belum terbukti. Penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi merugikan orang lain dan menimbulkan persoalan hukum.
Warga yang memiliki informasi valid mengenai dugaan tindak kriminalitas dapat menghubungi Call Center Polri 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat.
Polisi mengingatkan masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya, terutama jika kabar tersebut menyangkut dugaan tindak pidana.
Dari penelusuran WartaBromo di google foto, gambar tersebut adalah foto yang viral di media sosial dengan narasi peringatan adanya aksi pembegalan berkedok menanyakan alamat.
Namun, narasi tersebut sering kali tidak valid atau hoaks yang menyebar luas di berbagai daerah (seperti Sinjai, Karawang, hingga Surabaya) dengan isi pesan yang hampir sama. (fat/saw)




















