Persekabpas Fest: Launching Megah, Investor Jadi Sponsor, Naik Liga Tak Cukup Modal Pesta

23

Pandaan (WartaBromo.com) – Persekabpas Kabupaten Pasuruan memasuki babak baru menjelang kompetisi Liga Nusantara 2026/2027. Perubahan manajemen, masuknya investor baru sebagai sponsor, hingga target promosi ke Liga 2 menjadi modal awal kebangkitan Laskar Sakera. Namun, di balik kemeriahan Persekabpas Fest 2026, publik masih menunggu pembuktian atas janji politik yang mengiringi perjalanan klub kebanggaan Kabupaten Pasuruan tersebut.

Peluncuran tim dan ofisial di amphitheater Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, selama dua hari mulai Minggu (25/10/2026) hingga Senin (26/10/2026), menjadi panggung perkenalan wajah baru Persekabpas. Acara ini bukan sekadar seremoni menyambut musim kompetisi, tetapi juga menandai dimulainya fase baru pengelolaan klub dengan dukungan manajemen dan sponsor yang lebih beragam.

Di bawah kepemimpinan Bupati Pasuruan, pengelolaan Persekabpas kini dipercayakan kepada PT Pasuruan Bangkit Bersama yang dinakhodai Suryono Pane dan Bayu Aji Handayanto. Keduanya sebelumnya terlibat dalam pengelolaan Pasuruan United.

Perubahan ini menjadi menarik karena terjadi pergeseran peran di antara figur-figur yang sebelumnya berada di lingkaran pengelolaan sepak bola daerah. Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori, kini menempati posisi CEO Pasuruan United.

Perombakan tersebut membuka babak baru bagi kedua klub. Namun, perubahan susunan pengelola dan pembagian peran itu pada akhirnya harus dinilai dari hasil kerja, profesionalisme, serta kemampuan membangun klub secara berkelanjutan.

Dari sisi pendanaan, Persekabpas memperkenalkan sejumlah sponsor yang menopang perjalanan tim musim ini. Dua nama yang menarik perhatian adalah PT Surabaya Aluminium Industry (SAI), yang berada di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), serta PT Mulia Anugrah Bhumi (MAB) Dairy Farm, investor di sektor peternakan sapi perah yang dikabarkan menanamkan investasi hingga Rp1 triliun di Pasuruan.

Kehadiran MAB Dairy Farm menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah daerah mendorong masuknya investasi dan menggerakkan perekonomian lokal. Namun, nilai investasi perusahaan tersebut perlu dibedakan dari nilai dukungan sponsorship kepada Persekabpas. Besarnya investasi di daerah tidak serta-merta menunjukkan besarnya dana yang dialokasikan untuk klub.

Selain dua perusahaan tersebut, terdapat sejumlah sponsor lain, yakni Aquviva dari Wings Group, PT Buana Paper, PT CJI, RSUD Bangil, PT DS Soccer Field, serta Kopi Langit 81 Trans.

Komposisi sponsor ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap Persekabpas tidak hanya datang dari investor baru. Sejumlah perusahaan yang telah dikenal juga turut menopang klub, sehingga perlu dilihat secara proporsional dalam membaca kekuatan pendanaan tim musim ini.

Masuknya investor baru sebagai sponsor tetap menjadi peluang bagi Persekabpas untuk memperluas jejaring pendanaan di luar APBD. Apalagi, sepak bola memiliki basis pendukung yang kuat di Kabupaten Pasuruan dan berpotensi menjadi ruang promosi bagi perusahaan.

Meski demikian, publik belum dapat mengukur kekuatan finansial Persekabpas hanya dari deretan nama sponsor yang diperkenalkan. Besaran kontribusi masing-masing sponsor, skema kerja sama, serta keberlanjutan dukungan mereka akan menjadi faktor penting bagi kemampuan klub menjaga stabilitas operasional sepanjang musim.

Janji Promosi Jadi Taruhan

Dengan komposisi manajemen baru dan dukungan sponsor yang beragam, tantangan Persekabpas musim ini bukan lagi sebatas membangun optimisme. Klub harus membuktikan bahwa perubahan yang dilakukan mampu berbuah prestasi.

Target membawa Persekabpas naik kasta ke Liga 2 menjadi salah satu janji politik yang kini dinantikan realisasinya. Target tersebut tentu tidak bisa dituntaskan hanya melalui seremoni peluncuran tim, kemeriahan panggung, atau banyaknya perusahaan yang memasang nama sebagai sponsor.

Publik juga perlu melihat bagaimana manajemen menyusun perencanaan tim, menjaga disiplin anggaran, membangun transparansi pengelolaan, dan memastikan dukungan sponsor benar-benar berkontribusi terhadap kebutuhan klub.

Di sisi lain, pengelolaan profesional menuntut batas yang jelas antara kepentingan olahraga, bisnis, dan politik. Dukungan pemerintah daerah maupun jejaring korporasi semestinya menjadi fondasi untuk membangun klub yang mandiri, bukan sekadar mengangkat popularitas sesaat.

Persekabpas Fest 2026 telah membuka lembaran baru bagi Laskar Sakera. Namun, ukuran keberhasilannya tidak berhenti pada meriahnya peluncuran atau panjangnya daftar sponsor.

Pada akhirnya, publik akan menilai dari apa yang terjadi setelah panggung dibongkar: seberapa kompetitif Persekabpas di lapangan, seberapa sehat pengelolaannya, dan apakah janji promosi yang menyertai perubahan ini benar-benar dapat diwujudkan.(red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.