Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa Pasuruan Sentil Prabowo-Gibran soal Karhutla hingga BBM

15

Pasuruan (WartaBromo.com) – Momentum Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan puluhan mahasiswa di Kota Pasuruan untuk menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Sekitar 30 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Akar Runjam menggelar aksi di empat titik persimpangan, Rabu (28/10/2026), dengan menyoroti persoalan karhutla, krisis BBM, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Massa menggelar aksi di Simpang Empat Penjara, Kebonagung, Purut, dan kawasan Alun-alun Kota Pasuruan. Dengan mengendarai sepeda motor, mereka bergerak ke sejumlah lokasi untuk menyampaikan aspirasi melalui orasi dan membentangkan poster.

Koordinator lapangan aksi, Putra Firdaus Pradana, mengatakan ada empat isu utama yang mereka soroti. Yakni kebutuhan hidup dan lapangan kerja, tingginya harga bahan pokok dan krisis BBM, program pemerintah yang mereka nilai bermasalah, serta krisis ekologi dan militerisme.

“Yang pertama tentang kebutuhan hidup dan lapangan kerja. Yang kedua tentang tingginya kebutuhan bahan pokok dan krisis BBM. Yang ketiga soal program-program yang bersifat predatoris seperti MBG dan Kopdes Merah Putih. Terus yang terakhir soal krisis ekologi dan masuknya militerisme,” kata Firdaus.

Menurut dia, persoalan BBM bukan hanya menyangkut ketersediaan bahan bakar, tetapi juga kelancaran distribusi barang. Dia menyebut terhambatnya distribusi BBM di sejumlah daerah berpotensi memicu antrean dan mengganggu distribusi kebutuhan pokok.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti telur dan minyak goreng.

Mahasiswa juga menyoroti penanganan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Firdaus mendesak pemerintah memprioritaskan penanganan bencana serta memperhatikan para korban terdampak.

Dia turut menyinggung persoalan tata kelola program MBG, mulai dari kasus keracunan hingga dugaan korupsi. Selain itu, dia menyoroti pemberitaan mengenai dugaan korupsi anggaran penanggulangan bencana yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius.

“Pemangkasan anggaran BNPB, termasuk korupsinya, itu mencederai hak asasi dasar masyarakat,” ujarnya.

Selain mendesak perbaikan penanganan bencana dan evaluasi program pemerintah, mahasiswa meminta pemerintah meninjau kembali perizinan lingkungan. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah kerusakan ekologi yang berpotensi memicu bencana.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai sejumlah kebijakan pemerintah perlu dievaluasi agar lebih berpihak pada kepentingan masyarakat.

Selain berorasi, massa membagikan selebaran kepada pengendara yang melintas di sekitar lokasi aksi. Meski berlangsung di sejumlah persimpangan, aksi tersebut berjalan lancar dan aman. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.