Harga Cabe di Pasuruan Makin Pedas

0
126

harga cabePasuruan (wartabromo) – Erupsi Gunung Kelud yang terjadi 2 bulan lalu, ternyata membawa dampak pada semakin naiknya harga Cabai Merah di Pasuruan.

Hampir dua minggu lamanya, harga cabai merah sudah menembus kisaran Rp 85.000/kg di semua pasar tradisional, baik di Kota maupun Kabupaten Pasuruan.

Seperti yang diutarakan oleh Suminah (43), salah satu penjual sembako di Pasar Bangil yang telah menaikkan harga cabai merah sejak sebulan lalu. Hal itu dilakukannya, karena harga kulakan di tingkat grosir juga mengalami kenaikan yang cukup tajam.

“Saya kulak cabai kebetulan di daerah kediri, di sana banyak sekali petani yang memanen awal cabai-cabainya, sehingga kami pun terpaksa harus menaikkannya juga,” ucapnya.

Suminah juga tak serta merta menaikkan harga, namun perlahan demi perlahan, lantaran menyesuaikan dengan harga kulakan dan ongkos transportasi atau distribusi cabai itu sendiri.

“Kalau dua bulan lalu masih kisaran Rp 40.000, tapi lama kelamaan semakin mahal di tingkat kulakan, ya terpaksa saya juga menaikkan harga cabai,”tandasnya.

Sementara itu, Daya Uji, Kabid Perdagangan Disperindag menjelaskan, pihaknya hanya berkompeten sebatas monitoring harga sembako saja.

“Kalau masyarakat masih bisa menjangkaunya, maka kami sebagai dinas pelaksana kebijakan dari pusat, juga tidak bisa berbuat banyak, kecuali kalau ada fenomena luar biasa, ditambah pemerintah pusat juga memiliki kebijakan baru, maka kami mengikutinya,” jelasnya.

Diakui Daya, naiknya harga cabai disebabkan oleh faktor gagalnya panen cabai di tingkatan petani kediri, di samping juga karena faktor cuaca yang kurang bersahabat.

Setiap hari, pihaknya selalu menerima laporan perkembangan harga sembako secara online, melalui UPT Pasar Bangil, Sukorejo dan Pandaan.

“Kita setiap hari selalu mendapatkan informasi tentang perubahan harga sembako. Sampai sekarang, rata-rata sembako mengalami penurunan harga, kecuali cabai merah,” pungkasnya. (eml/yog)