35 Keluarga Gepeng Dipulangkan dan Dapat Bantuan

0
55

kementrian-sosialWinongan (wartabromo) – Sebanyak 35 Kepala Keluarga yang merupakan gelandangan dan pengemis di Desa Prodo, Kecamatan Winongan, mendapatkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif masing-masing sebesar Rp 5 juta, serta jaminan hidup masing-masing sebesar Rp 600 ribu/jiwa/bulan selama 3 bulan dari Kementrian Sosial RI.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Drs Samsudi MM dalam peresmian Program Desaku Mandiri khusus gelandangan dan pengemis

Menurut Samsudi, program Desaku Mandiri bertujuan untuk mengembalikan gelandangan dan pengemis dari daerah kota ke daerah asal, melalui rehabilitasi sosial secara terpadu, sehingga mereka dapat mandiri dan menjalankan fungsi sosialnya dalam kehidupan masyarakat.

“Program Desaku Mandiri dimaksudkan untuk menangani gelandangan dan pengemis yang dilaksanakan secara komprehensif, dengan mengedepankan keterpaduan dalam pelaksanaan rehabilitasi social di seluruh wilayah RI, termasuk di kabupaten pasuruan,” ujar Samsudi saat memberikan sambutan di hadapan seluruh warga Desa Prodo, Winongan.

Lebih lanjut Samsudi menjelaskan bahwa sebanyak 35 KK atau sekitar 136 jiwa “gepeng” dari sekitar Wilayah Kabupaten Pasuruan, dipulangkan kembali ke desa, untuk selanjutnya diberikan pelatihan keterampilan, sebagai bagian upaya peningkatan taraf hidup mereka, agar tak lagi mengemis atau meminta-minta.

“Seluruh warga binaan social mendapatkan bimbingan social dan keterampilan  di UPT Rehabilitasi Sosial Gepeng Pasuruan, dan tentu saja berdasarkan minat dan usaha yang dikembangkan, contoh saja kalau punya potensi dalam membuat makanan atau minuman, ya kami berikan keteampilannya,” imbuhnya.

Tidak hanya melatih dan memberikan bimbingan sosial untuk merubah perilaku dan kebiasaan diri, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan pembangunan 35 rumah beserta fasilitas umum berupa jalan, musholla, joglo pertemuan, MCK dan sanitasi air, serta fasilitas listrik yang menunjang kegiatan warga binaan sosial.

“Yang paling penting, mereka tidak lagi mengotori jalanan dan fasilitas umum. Semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” akunya. (eml/yog)