Calon Pemimpin Pasuruan Berdebat Soal Pendidikan dan Kesehatan

0
248
Puluhan pendukung ketiga paslon yang hadir di dalam gedung dengan setia memberikan dukungan pada jagoannya masing-masing, Jumat (4/12/2015) malam. Sejak debat dimulai hingga acara berakhir mereka tidak beranjak dari kursi. WARTABROMO/M Rozikin

Pasuruan (wartabromo) – Debat Publik Pilkada Kota Pasuruan yang digelar di Hotel BJ Perdana, Jalan Sultan Agung, Jumat (4/12/15) malam, berlangsung seru. Selain berkesempatan menyampaikan visi dan misi, debat kandidat diwarnai adu argumen antar paslon. Masalah pendidikan dan kesehatan jadi pokok bahasan dalam debat kali ini.

“Pendidikan gratis di Kota Pasuruan menjadi perhatian kami, tapi juga harus diimbangi dengan profesionalisme tenaga pendidik dan penguatan dewan pendidikan,” kata Cawali nomor urut 1, Yus Samsul Hadi.

Cawali paslon IYA yang berangkat dari jalur perseorangan ini menegaskan bahwa selain pendidikan, masalah kesehatan dan sarana prasarana jadi fokus programnya jika dipercaya memimpin Kota Pasuruan.

Hal berbeda disampaikan paslon nomor urut 2, SEHAT. Cawali Setiyono menilai bahwa peningkatan pendidikan dan kesehatan merupakan alat mencapai kesejahteraan.

“Pilar dasar untuk mencapai kesejahteraan adalah peningkatan pendidikan dan kesehatan,” tandas Setiyono.

Menurut Setiyono, tujuan utama pembangunan adalah mensejahterakan rakyat. Dan perbaikan mutu pendidikan dan kesehatan mutlak diperlukan sebagai alat mencapai mensejahterakan masyarakat.

Sementara paslon nomor urut 3, BERHASIL menekankan pendidikan gratis dan peningkatan layanan kesehatan.

“Kita upayakan pendidikan gratis pada putra-putri daerah dengan syarat dapat berkontribusi pada program Pemkot,” kata Cawali, Hasani.

Soal pelayanan kesehatan, selain rumah sakit, ia akan mengupayakan semua puskesmas buka 24 jam.

Debat publik kali ini bertambah seru karena puluhan pendukung ketiga paslon yang hadir di dalam gedung dengan setia memberikan dukungan pada jagoannya masing-masing. Sejak debat dimulai hingga acara berakhir mereka tidak beranjak dari kursi.

Sorak-sorai dan tepuk tangan memecah suasana saat paslon yang didukung mampu memjawab pertanyaan dari oderator maupun paslon lainnya. (bus/fyd)