Harga Daging di Probolinggo Capai Rp120 Ribu, Pedagang Untung Selangit

696
Foto: Sundari

Kraksaan (wartabromo) – Jelang lebaran harga daging sapi di sejumlah pasar tardisonal di Kabupaten Probolinggo capai Rp 120.000 per kilogram. Pedagang daging sapi pun meraup untung berlipat ganda hingga ratusan juta rupiah tiap harinya. Selain harga yang mahal, permintaan yang semakin meningkat turut memberi kontribusi maksimal.

Seperti yang terlihat di Pasar Semampir Kraksaan misalnya, harga jual daging sapi ditingkat pedagang pada Senin (04/07/2016) pagi, mencapai Rp. 120.000 per kilogram. Kisaran harga ini jauh lebih mahal dibanding dua pekan sebelumnya, yang hanya dikisaran Rp 100.000 hingga 110.000 per kilo gram.

Meski harga kian mahal, omset penjualan pedagang semakin meningkat seiring tingginya permintaan konsumen. Biasanya, dalam sehari pedagang hanya mampu menghabiskan daging sebanyak 2 ton. Kini, sehari pedagang mampu menjual daging hingga 4 ton atau naik dua kali lipat.

Dengan harga yang kian mahal dan disertai meningkatnya omset, pedagang pun meraup keuntungan berlipat ganda hingga ratusan juta rupiah.

“Kenaikan hingga 120 ribu terjadi sejak kemarin. Kenaikan ini terjadi karena meningkatnya permintaan konsumen jelang hari raya, bukan karena kekurangan stok daging. Ini adalah kesempatan bagi pedagang untuk meraup untung,” ujar pedagang yang juga Ketua Asosiasi Pedagang Daging Sapi Kraksaan Martujuh.

Bagi sejumlah warga, harga daging sapi saat ini terlalu mahal. Pasalnya, stok daging saat ini cukup melimpah. Idealnya, harga daging sapi dibawah kisaran Rp 80.000 – 90.000 per kilogram, agar terjangkau seluuruh lapisan masyarakat.

“Gimana lagi, meskipun mahal ya tetap beli. Karena kami mau selametan dan buat konsumsi di hari raya,” kata salah satu pembeli daging sapi Rasuma.

Momen lebaran benar-benar dimanfaatkan oleh pedagang sapi untuk meruap keuntungan berlipat-lipat. Kenaikan harga ini diperkirakan akan bertahan sehari jelang Hari Raya Idul Fitrih. (saw/fyd)