Mayangan (wartabromo) – Pihak manajemen diskotik Heaven Beejay Group, Jalan dr Soetomo memilih tidak menanggapi protes keras MUI Kota Probolinggo terkait live show dengan penari latar mengenakan kostum seragam sekolah dasar (SD) yang ditampilkan di tempat itu. Bahkan, pihak manajemen saling lempar tanggung-jawab.
Kesan itu tampak ketika sejumlah wartawan mendatangi lokasi diskotik dan hiburan karaoke keluarga Beejay Group. Jawaban yang diberikan salah satu manajer kurang memuaskan. Bahkan permintaan nomor telepon atas General Manajer Ridho, guna keperluan konfirmasi dianggap angin lalu.
“Pak Ridho, tidak ada. Biasanya jam segini sudah datang. Kalau saya sendiri, tidak berwenang dan tidak tahu terkait live show itu. Karena memang, jam kerja saya hanya pagi hari saja,” kata Manager Stok Barang Beejay Group, Indra kepada sejumlah wartawan, Senin (08/08/2016).
Sebagiamana diberitakan, diskotek Heaven Beejay Group, menggelar live show dengan menyuguhkan penyanyi dan personil band yang mengisi acara tersebut, menggunakan seragam pelajar sekolah dasar. Kostum tersebut bahkan dipermak sedemikian rupa, sehingga lekuk tubuh personil perempuan, terlihat. Kesan seksi dan nakal pun kental terasa dari busana tersebut.
Pertunjukan yang menonjolkan sensualitas tersebut, mendapat kecaman dari Majelis Ulama Indonesia setempat. Ketua MUI, Nizar irsyad mengecam tindakan manajemen yang mengangkat tema seragam pelajar SD dalam live show-nya.
“Sangat melecehkan sekali itu. Tidak patutlah kalau seragam atau almamater sekolah dasar digunakan untuk pertunjukan yang sarat maksiat seperti itu,” katanya. (saw/fyd)



















