Ratusan Warga Kota Probolinggo Alami Gizi Buruk

0
298

Probolinggo (wartabromo.com) – Ratusan warga Kota Probolinggo mengalami gizi buruk. Kondisi ini menjadi cambuk Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Kasus gizi buruk ini ditemukan sepanjang 2018 lalu. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes), ada 230 permasalahan gizi buruk (2,65 persen) di Kota Probolinggo. Kemudian 497 kasus gizi kurang (5,53 persen); gizi lebih ada 603 kasus (6,71 persen). Hanya prevalensi stunting statusnya zero.

Temuan ini diungkap dalam seminar gizi dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke 59, di Puri Manggala Bhakti pada Rabu (20/2/2019).

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin mengakui, gizi buruk masih menjadi hantu. Tak hanya di Kota Probolinggo, tetapi juga terjadi di seluruh Indonesia. Yang masih dihadapkan pada tantangan berbagai permasalahan gizi, yaitu masih tingginya prevalensi stunting, gizi buruk dan anemia pada ibu hamil serta meningkatnya obesitas pada orang dewasa.

“Salah satu cara untuk memenuhi pemenuhan gizi masyarakat adalah melalui peningkatan pengetahuan ibu yang menjadi madrasah bagi anak-anak dan menjadi ujung tombak keberhasilan gizi di keluarga dan melalui seminar tentang gizi seperti saat ini,” kata Habib Hadi saat seminar.

Politisi PKB ini melanjutkan, masalah gizi bukan hanya kemiskinan, tetapi pengetahuan masyarakat akan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang kurang optimal. Untuk itu, ia berjanji akan akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Probolinggo, salah satunya dari segi sarana prasarana.

“Ibu hamil sampai melahirkan akan mendapat perhatian dari pemerintah untuk mendapatkan pemeriksaan dan tambahan gizi. Saya akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Probolinggo. Salah satunya yaitu membangun rumah sakit baru, karena rumah sakit yang sekarang sudah tidak layak lagi,” kata pria yang belum genap sebulan menjadi wali kota ini.

Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes setempat, NH Hidayati, seminar itu sendiri menghadirkan Praktisi/Tenaga Ahli dari Akademi Gizi Surabaya. Dengan peserta dari tenaga kesehatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi profesi kesehatan dan organisasi kemasyarakatan. Seminar untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang keluarga sadar gizi, dengan kampanye isi piringku (menu bergizi empat sehat lima sempurna).

“Sedangkan secara khusus yaitu peserta dapat mengetahui definisi keluarga sadar gizi, peserta mengetahui cara mencapai keluarga sadar gizi. Peserta mengetahui isi piringku dan perserta mengetahui penerapan isi piringku dalam mencapai keluarga sadar gizi,” kata Hidayati. (fng/saw)