Koran Online 18 Mei : Kuli Bangunan Ditahan Setelah Temukan HP di Jalan, hingga Sidang Interpelasi Dewan Kota Pasuruan Gaduh

0
2021
Istri Rusman saat memberi keterangan kepada wartawan.

Beragam peristiwa kami sajikan pada 17 Mei 2019 melalui laman media online wartabromo. Ragam berita menarik kini kami rangkum untuk kembali anda baca dalam koran online edisi Sabtu (18/5/2019). Mulai Kuli Bangunan Ditahan Setelah Temukan HP di Jalan, hingga Sidang Interpelasi Dewan Kota Pasuruan Gaduh:

  1. Temukan HP di Jalan, Kuli Bangunan asal Kedopok Ditahan Polisi
Istri Khoirun Ruhman saat memberi keterangan kepada wartawan.

Probolinggo (wartabromo.com) – Seorang warga asal Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo ditahan Polres Probolinggo Kota. Pria tersebut dituduh mencuri sebuah handphone, yang Ia temukan di Jalan Pasar Baru.

Khoirun Ruhman (40) harus digiring ke Mapolresta Probolinggo, saat sedang bekerja di daerah Jalan Soekarno Hatta, Rabu siang (15/5/2019). Supria (38) istri Rusman pun menceritakan awal mula penahanan suaminya. Simak Selengkapnya.

  1. Skandal Proyek Kota Pasuruan: Dwi Dihukum 5 Tahun, Wahyu 4 Tahun


Sidoarjo (WartaBromo) – Dua terdakwa kasus skandal pengaturan proyek di lingkungan Kota Pasruan, Dwi Fitri Nurcahyo dan Wahyu Tri Hardianto divonis hukuman. Dalam putusannya, majelis hakim menghukum keduanya dengan kurungan 5 tahun dan 4 tahun penjara.

Bukan itu saja. Majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan juga menambah hukuman denda pada keduanya. Dwi Fitri yang merupakan pelaksana harian kepala Dinas PUPR diminta membayar denda sebesar Rp 300 juta plus uang pengganti sebesar Rp 85 juta. Sedangkan Wahyu Tri Hardianto, ikut didenda sebesar Rp 100 juta. Simak Selengkapnya.

  1. Gaduh hingga Jadwal Molor Warnai Sidang Interpelasi Dewan Kota Pasuruan

Pasuruan (WartaBromo) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan gelar sidang interpelasi mutasi, Jumat (17/5/2019). Kegaduhan hingga jadwal molor mewarnai sidang dengan agenda meminta penjelasan Wakil Wali Kota Pasuruan terkait mutasi ini.

Suasana gedung DPRD Kota Pasuruan tiba-tiba memanas. Sejumlah pihak mengaku dari perwakilan lembaga swadaya masyarakat berteriak-teriak di dalam ruang sidang utama dewan itu. Simak Selengkapnya.

  1. Nunggak Retribusi Rp 36 Juta, Noars Rafting Ditutup

Probolinggo (wartabromo.com) – Tak kunjung membayar retribusi wisata sebanyak Rp 36 juta, kantor Noars Rafting di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo ditutup pemerintah setempat. Tunggakan itu, bahkan sudah terjadi sejak 2017 silam

Penutupan itu dilakukan oleh petugas dari Dinaa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo pada Jumat (17/5/2019) siang. Yakni pada dua titik, pertama di bescem operator wisata Noars rafting dan yang kedua di start Noars Rafting. Di dua titik itu, petugas memberikan pita kuning tanda disegel. Simak Selengkapnya.

  1. Ada Pedet Belgian Blue di Loka Penelitian Sapi Grati

Grati (WartaBromo) – Loka Penelitian Sapi Potong di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, kembangkan sapi Belgian Blue (BB). Sapi yang mempunyai karkas 20% lebih banyak tersebut dilahirkan melalui proses Inseminasi Buatan (IB).

Dicky Pamungkas, Kepala Loka Penelitian Sapi Potong mengatakan, saat ini sudah ada seekor pedet jantan dengan material genetik breed Belgian Blue yang lahir pada 8 maret 2019 lalu. Simak Selengkapnya.