Guyub Rukun ala Masyarakat Tengger; Potret Kearifan Lokal di Era Digital

1863
Seorang pria suku Tengger tengah menikmati kedamaian. Foto: M. As’ad

Di sisi lain, keteguhan masyarakat Tengger untuk tetap bertahan dengan kearifan lokal bisa menjadi potret betapa nilai-nilai tersebut mampu menjadi jembatan menuju tata hidup yang harmonis.

“Karena semua sudah ada hukumnya. Bagaimana laku kita, pada akhirnya kita juga yang akan menerima hasilnya. Apakah itu baik atau buruk,” jelas Sutomo. (*) ke halaman awal