Trauma Siswi Korban Atap Ambruk

498
“Banyak anak berdarah,”

Laporan : Maya Rahma

AYU Nur Afida, menjadi salah satu korban luka atap kelas ambruk di SDN Gentong. Bocah berumur 8 tahun ini masih trauma setelah tertimpa reruntuhan tembok saat belajar.

Ya, saat kejadian berlangsung, Fida yang masih duduk di kelas IIB ini sedang belajar bersama kawan lain. Tempat duduknya berdekatan dengan tembok. Akibatnya lengan tangan Fida sempat tertimpa reruntuhan tembok.

Peristiwa ini diceritakan Juariyah (39), Ibu dari Fida. Saat wartabromo mencoba mengajak bicara, Fida hanya diam. Juariyah mengaku anaknya masih trauma.

“Melihat bangunan seperti itu, saya sendiri sebagai orang tua takut,” ungkap Juariyah yang saat itu langsung melesat ke lokasi begitu mengetahui ada atap ambruk.

Sembari memijit lengan putrinya yang masih memar dan sakit, Juariyah mengungkapkan kesedihannya. Ia menggambarkan kalutnya kondisi penyelamatan saat itu.

Belasan korban, anak-anak yang merupakan kawan Fida terluka.

“Banyak anak berdarah, kepalanya, bibirnya sobek, kakinya harus dioperasi,” lanjutnya dengan tatapan mata sendu.

Ungkapan syukur pun sempat terlontar dari Ibu 3 anak ini. Tatkala mengetahui kondisi anaknya lebih baik ketimbang kawan lain.

“Namun untuk sekolah lagi, butuh waktu, untuk belajar. Masih takut,” jelas Juariyah menceritakan kekalutan anaknya.

Warga Jalan Kyai Sepuh ini mengaku masih harus fokus untuk kesembuhan anaknya. Terutama mengurangi sedikit demi sedikit trauma sang anak.

“Masih banyak anak yang trauma,” pungkasnya. (*)